RADAR JOGJA – Tim Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) dipastikan kembali menjalani latihan normal pada pertengahan November mendatang. Kepastian itu didapat usai Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ mendapatkan lampu hijau dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIJ untuk menggunakan fasilitas olahraga.

Karena pandemi, latihan akan diberlakukan dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Panduan latihan pun sudah disusun KONI DIJ. Selain itu, untuk memudahkan menggunakan venue olahraga, para atlet bakal dibekali kartu tanda anggota (KTA).

Nah, sebelum kembali ke gelanggang, seluruh atlet beserta pelatih akan dilakukan rapid test terlebih dulu. “Tanggal 7 rapid dan 8 (November,Red) kami adakan tes fisik. Setelah itu Insyaallah pertengahan November Puslatda kami mulai,” ujar Wakil Ketua II KONI DIJ Rumpis Agus Sudarko kepada Radar Jogja, Kamis (20/10).

Izin penggunaan venue latihan tentu menjadi angin segar bagi Puslada Pekan Olahraga Nasional (PON) DIJ. Mengingat hampir tujuh bulan mereka terpaksa menjalani latihan mandiri. Apalagi, waktu menuju PON XX Papua 2021 tinggal menyisakan 10 bulan lagi jika Puslatda digelar bulan depan.

Ada tiga fasilitas olahraga milik Pemrov DIJ yang dibuka. Di antaranya kompleks Stadion Mandala Krida Baru, Lapangan Kenari, dan Graha Wanabakti Yasa. Namun, ketiga venue tersebut hanya diperbolehkan untuk latihan tim Puslatda. “Yang jelas tetap kami tekankan dengan teman-teman pelatih untuk mengutamakan prokes. Kami juga menyediakan sarung tangan untuk beberapa olahraga yang menerapkan body contact,” jelas Rumpis.

Sementara itu, Kepala Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIJ Eka Heru Prasetya menambahkan untuk teknis penerapan prokes, BPO bekerjasama dengan KONI DIJ untuk mematuhi rambu-rambu dari Gugus Tugas Covid-19. “Selasa siang KONI DIJ datang ke BPO untuk membahas prokes. Seperti di lapangan disediakan cuci tangan, ukur suhu tubuh dan lain-lain,” katanya. (ard/bah)

Jogja Sport