RADAR JOGJA – LATIHAN normal disambut antusias oleh cabang olahraga (cabor) Puslatda PON DIJ. Mereka sudah tidak sabar merasakan atmosfer latihan bersama. Sebab, sudah tujuh bulan para atlet hanya bisa menjalani latihan secara mandiri.

Dibukanya kembali venue olahraga di respons positif oleh pelatih Puslatda pencak silat DIJ Ambar Setiawan. Ambar mengaku bersyukur karena timnya dapat kembali berlatih di Graha Wanabakti Yasa, Kota Jogja. Latihan bersama dinilai dapat menambah semangat tersendiri bagi atlet. “Ini tentu berita baik karena akses tempat latihan sudah kembali dibuka. Anak-anak memang sudah kangen latihan bersama,” ujar Ambar kepada Radar Jogja, Kamis (29/10).

Tak dipungkiri, latihan virtual membuat atlet kurang maksimal. Belum lagi rasa bosan yang tak jarang menghampiri. Kendati begitu, Ambar mengatakan sejauh ini atlet dalam kondisi yang baik. “Karena selama fasilitas olahraga ditutup anak-anak bergerilya mencari tempat sendiri yang aman. Tim pelatih juga sempat mengajak latihan bersama sambil melihat kondisi atlet,” katanya.

Hal senada disampaikan pelatih Puslatda panjat tebing DIJ Sultoni Sulaiman. Menurut dia, dengan dibukanya venue olahraga timnya bisa kembali fokus sesuai program yang disiapkan. “Alhamdulillah mulai November kita sudah bisa menggunakan papan panjat di Mandala Krida lagi. Apalagi latihan di nomor speed world record (WR) cuma di Mandala yang paling efektif,” bebernya. (ard/bah)

Jogja Sport