RADAR JOGJA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) menerbitkan kartu tanda anggota (KTA) bagi atlet dan pelatih Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Pekan Olahraga Nasional (PON) XX DIJ. KTA diberikan untuk memudahkan atlet dalam menggunakan venue olahraga milik Pemprov DIJ di masa pandemi.

Ketua Umum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto menjelaskan KTA tahap pertama ini untuk membedakan dan mengontrol tim puslatda. Apakah benar-benar atlet puslatda atau tidak. “Baru untuk penggunaan venue puslatda. Karena kami dari Pemprov DIJ diberikan kesempatan hanya untuk puslatda dulu,” ujarnya.

Lebih lanjut Djoko mengatakan nantinya KTA dapat difungsikan lebih luas. Seperti dipergunakan untuk pemeriksaan kesehatan, masseur atau pijat, hingga kuliner. KTA tersebut juga sudah dibagikan kepada atlet dan pelatih Puslatda PON XX DIJ.

Yang meliputi cabang olahraga (cabor)/subcabor atletik, balap motor, billiar, bola voli pasir, menembak, panahan, pencak silat, renang indah, sepatu roda, terbang layang, terjun payung, aeromodelling, binaraga, catur, gantole, judo, kempo, panjat tebing, polo air, rugby, taekwondo, tarung derajat, wushu, dan renang perairan terbuka.

Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu berpesan kepada pemegang kartu puslatda untuk menjaga dengan baik. Serta tidak menyalahgunakan kartu tersebut. “Harapannya atlet dan pelatih tahu fungsinya dulu. Ini privasi dan harus dijaga seperti milik sendiri untuk penggunaan fasilitas pelaksanaan puslatda di masa-masa pandemi ini,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua II KONI DIJ Rumpis Agus Sudarko menambahkan dalam KTA terdapat keterangan yang mencantumkan nama atlet dan pelatih. Beserta foto identitas diri masing-masing, juga nomor kartu, nama cabor, dan nomor barcode. “Masa penggunaan KTA hingga Desember 2021,” jelasnya.

Sebagai informasi, belum lama ini KONI DIJ mendapatkan surat dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIJ perihal izin pemakaian fasilitas olahraga Nomor 011/07726 tertanggal 16 Oktober 2020.

Dalam surat tersebut KONI DIJ diberikan izin untuk menggunakan fasilitas olahraga milik Pemda DIJ. Di antaranya meliputi kompleks Stadion Mandala Krida Baru, Lapangan Kenari, serta Graha Wanabakti Yasa untuk persiapan PON XX 2021 di Papua.

Meski demikian, semua pengguna stadion dan lapangan diimbau untuk menerapkan protokol kesehatan. Bertanggungjawab penuh serta memiliki data catatan seluruh peserta yang hadir seperti nama, alamat, riwayat perjalanan selama 14 hari terakhir, hingga pengukur suhu tubuh. (ard/bah)

Jogja Sport