RADAR JOGJA – Gelandang PSIM Jogja Raymond Ivantonius Tauntu bisa bernapas lega. Sebab, pemain 27 tahun itu akhirnya dinyatakan negatif dari Covid-19. Sebelumnya pesepak bola asal Makassar itu harus menjalani isolasi mandiri karena hasil rapid diagnostic test (RPD) menunjukkan reaktif.

Pemain bernomor punggung 18 itu pun sempat absen latihan bersama tim Laskar Mataram -julukan PSIM. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan PCR atau polymerase chain reaction di RSPAU dr. S. Hardjolukito, pemain kelahiran 21 Maret 1993 itu dinyatakan negatif Covid-19.

Setelah dinyatakan sembuh, Raymond mengaku sangat bersyukur dan lega. Sebab, selama lima hari menjalani isolasi mandiri rasa takut dan khawatir campur aduk dalam benaknya. “Tapi Puji Tuhan hasil swab yang keluar pagi ini (kemarin, red) negatif dan saya bisa beraktivitas lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menceritakan rapid test dijalani ketika akan kembali ke Makassar untuk liburan. Namun, karena hasil test reaktif dirinya urung bertolak ke Kota Daeng. “Tadinya rencana ke Makassar karena sudah kangen dengan istri, apalagi istri juga sedang mengandung. Jadi sebelum berangkat saya rapid test dulu dan ternyata hasilnya reaktif,” ungkap Raymond.

Pelatih PSIM Seto Nurdiyantara bersyukur anak asuhnya terbebas dari Covid-19. “Kabar setelah di swab test hasilnya negatif. Ya dia sudah diperbolehkan untuk gabung latihan,” kata Seto.

Disisi lain, hingga kini skuad PSIM masih digeber latihan seperti biasa, meski nasib kompetisi belum jelas. Seto berujar latihan tetap sesuai rencana awal sembari menunggu keputusan manajemen. “Ya masih seperti yang kemarin-kemarin cuma kami coba antisipasi agar pemain tidak jenuh. Kalau dari sisi fisik kami coba maintenance saja,” pungkasnya. (ard/yog)

Jogja Sport