RADAR JOGJA – Pelaksanaan kompetisi ditengah pandemi menjadi dilema besar bagi persepakbolaan Indonesia. Sebab, sangat berisiko jika digulirkan karena bisa memunculkan klaster baru. Namun, disisi lain kompetisi juga dibutuhkan untuk kepentingan tim nasional (Timnas).

Pelatih kepala timnas Indonesia Shin Tae-yong mengatakan ujung dari sebuah tim nasional itu kompetisi. Menurut dia, kompetisi merupakan bagian penting dalam perjalanan sebuah timnas. Di kompetisi resmi itu pula para pemain mendapatkan atmosfir pertandingan sesungguhnya.

Meski dihadapkan dengan situasi pelik, Shin tetap berharap kompetisi Liga Indonesia dapat berjalan lagi. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Karena dari kompetisi dia bisa memantau secara langsung perkembangan pemain di klub masing-masing. “Sekaligus saya bisa memantau jika ada pemain yang bisa dipanggil untuk memperkuat timnas U-20. Kalau tidak ada kompetisi Liga 1 dan Liga 2 bagaimana saya bisa memantau pelaksanaan program yang sudah saya siapkan,” kata pelatih 51 tahun itu.

Terlebih tahun depan Indonesia akan menjadi tuan rumah ajang Piala Dunia U-20. Selain bisa sukses sebagai tuan rumah, Indonesia juga diharapkan menghadirkan prestasi apik di gelaran prestisius tersebut.

Direktur Utama (Dirut) PSS Sleman Marco Gracia Paulo mendukung pernyataan pelatih asal Korea Selatan itu. Menurut Marco, timnas merupakan konsekuensi logis dari kompetisi. Sebab, sejatinya pemain memang berproses di kompetisi. “Semua hal yang didapat di kompetisi dibawa ke timnas yang menjadi panggungnya. Dalam konteks ini saya sepakat,” ujarnya, Rabu (21/10).

Kendati demikian, lanjut Marco di situasi pandemi kompetisi memang tidak dapat dipaksakan. Apalagi, kasus Covid-19 di Indonesia masih tergolong tinggi. Sehingga apabila tetap digulirkan dampak terburuk yaitu bisa saja pemain terpapar virus dan justru tidak siap untuk timnas. “Tahun ini memang tahun tidak normal, jika memang direlasikan langsung dengan keadaan saat ini, jika dipaksakan kompetisinya bisa jadi tidak ke timnas lagi nanti,” tandas eks CEO Badak Lampung itu. (ard/yog)

Jogja Sport