RADAR JOGJA – Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada (PSS) Marco Gracia pesimistis Liga 1 2020 bisa digelar. Menurutnya, waktu paling realistis yakni pertengahan Januari 2021 dengan turnamen pemanasan untuk kompetisi.

“Jadi jika kompetisi diadakan setelah Piala Dunia U-20, dalam arti tanpa halangan dan pengunduran jadwal, maka (Liga 1) bisa mulai Juni atau Juli. Jadi Januari sampai Maret jadi turnamen pemanasan,” jelasnya, Kamis (22/10).

Selain itu, lanjut Marco, dengan adanya Pilkada turut menjadi kendala penyelenggaraan. Terlebih jika Jogjakarta menjadi home base beberapa tim Liga 1 

“Apalagi setelah Pilkada di Sleman juga masih ada Pilkades yang diundur. Itu berarti sampai sekitar akhir Desember 2020,” ujarnya.

“Puluhan ribu orang hidupnya tergantung dari sini. Puluhan ribu orang juga tergantung pada keputusan kami. Jadi kami tidak bisa mengambil keputusan yang gegabah,” lanjutnya.

Kendati demikian Marco menyebut PSSI dan LIB punya pertimbangan lain secara bisnis, sponsorship, dan lain-lain. Namun pihaknya berharap  PSSI dan LIB juga dapat memahami kondisi klub.

“Seperti di webinar yang disebut bahwa klub sudah berdarah-darah. Memang sudah hancur-hancuran,” tandasnya. (sky/tif)

Jogja Sport