RADAR JOGJA – Ketidakpastian kompetisi Liga Indonesia berdampak bagi pelaku sepak bola. Terutama bagi klub yang sudah mempersiapkan tim untuk berkompetisi. Program latihan dengan protokol kesehatan (prokes) ketat kembali terganggu.

Seperti diketahui, penundaan kompetisi itu lantaran Polri tak memberikan izin keramaian selama masa pilkada dan pandemi Covid-19. Sebab, hingga kini kasus Covid-19 di tanah air memang belum menunjukkan penurunan.

Nah, dampak ketidakjelasan kompetisi ini akan dibahas dalam webinar yang diadakan Jurnalis Olahraga Yogyakarta (JOY), Sabtu (17/10) pukul 13.00-15.00.

Adapun webinar bertajuk ‘Kompetisi, Antara Bisnis dan Kemanusiaan’ itu akan menampilkan beberapa narasumber. Di antaranya Yoyok Sukawi (CEO PSIS Semarang), Andy Wardhana (Direktur Keuangan PT Putra Sleman Sembada), Asep Saputra (Manajer Kompetisi PT Liga Indonesia Baru) dan Rahmad Darmawan (pelatih Madura United). Sementara Vice CEO Skor Indonesia Viola Kurniawati bertindak sebagai moderator.

“Hasil extraordinary club meeting di Jogjakarta pada 13 Oktober 2020 tidak memberikan kepastian. Hal ini jelas mengecewakan klub-klub yang sudah berusaha bertahan separuh musim tanpa adanya kompetisi,” ujar Ketua JOY Gonang Susatyo, Jumat (16/10).

Lebih lanjut Gonang mengatakan dalam webinar pihaknya ingin menguraikan apa dampak bisnis yang dialami klub-klub dengan terhentinya kompetisi tanpa kepastian. Belum lagi aspek psikologis pemain yang kembali menelan kekecewaan akibat ketidakpastian itu. “Aspirasi, keluhan, dan solusi dari klub dan pelatih sangat penting untuk disampaikan secara terbuka ke publik, dan tentunya kepada PT LIB serta PSSI,” jelas Gonang. (ard/yog)

Jogja Sport