RADAR JOGJA – Penundaan kompetisi Liga Indonesia berdampak pada sejumlah hal. Satu di antaranya yakni soal kontrak pemain. Ya, seperti diketahui sebelumnya seluruh kontestan klub usai merampungkan negosiasi ulang kontrak para pemain jelang restart Liga 1 2020.

Namun, karena penundaan itu masa kontrak yang sudah ditetapkan pun bisa mundur dari kesepakatan awal. Hal ini pun menjadi persoalan serius bagi semua kontestan Liga 1 2020. Tak terkecuali PSS Sleman.

Ya, berdasar renegosiasi yang dilakukan, masa kontrak seluruh penggawa klub berjuluk Super Elang Jawa itu akan habis pada Februari 2021. Atau ketika kompetisi musim ini rampung.

Manajer PSS Sleman Danilo Fernando mengatakan mundurnya kompetisi memang membuat semua planning menjadi kacau. Tak hanya program latihan, namun juga membuat klub merugi di berbagai sektor. “Jika Liga bergulir lagi, kami rapat lagi soal kontrak pemain karena kami sudah renegosiasi sampai kompetisi berakhir,” kata Danilo dalam wawancara di kanal youtube PSS.

Menurut Danilo, pihaknya juga perlu berkomunikasi lagi untuk bulan berikutnya. Karena jika kompetisi berlangsung November 2020, tentu kontrak akan berakhir sampai Maret 2021.

Di sisi lain, sejauh ini persiapan tim sudah matang. Bahkan, Super Elja berencana menggelar beberapa kali uji coba. Selain bertujuan menghilangkan kejenuhan pemain dari aktivitas latihan. Juga dilakukan untuk mempertahankan suasana kompetisi. (ard/pra)

Jogja Sport