RADAR JOGJA – Bantuan peralatan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ terus didistribusikan ke masing-masing cabor. Kali ini giliran tim Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) terbang layang DIJ. Bantuan peralatan yang diberikan yakni berupa satu buah roda goodyear tire 6.00 x 6 dan dua unit radio airband becker.

Bantuan senilai Rp 55 juta itu diserahkan langsung oleh KONI DIJ ke tim Puslatda terbang layang DIJ belum lama ini.

Anggota Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI DIJ Wesley Heince Parera Tauntu berharap bantuan peralatan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para atlet. Baik saat latihan maupun pertandingan.

Sementara itu, atlet terbang layang DIJ Kelik Triyana mengatakan, bantuan tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan. Mengingat saat ini masa pakai roda untuk jenis pesawat glider memang telah habis. Termasuk dua unit radio. “Peralatan ini langsung kami pasang dalam pesawat dan akan kami tes coba dulu,” ujar Kelik.

Lebih lanjut, Kelik menjelaskan selama pandemi timnya urung menggelar latihan di lapangan. Hal itu seiring dihentikannya kegiatan olahraga udara akibat Covid-19. Sehingga tidak semuanya dapat berlatih, kecuali bagi atlet yang memang tidak memerlukan suatu alat penerbang.

Sedangkan, terbang layang membutuhkan pesawat penarik atau terjun payung yang menggunakan pesawat udara untuk dapat melakukan aktivitas terjun. Namun, pelatihan pendalaman materi terkait terbang layang tetap dapat diadakan di Hanggar kompleks Lapangan Udara (Lanud) Adisutjipto Jogjakarta dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes). “Saat ini pihak Lanud Adisutjipto sudah mengizinkan, tapi harus sesuai dengan prokes. Rencananya Oktober ini mulai latihan dengan jadwal rutin seminggu dua kali. Untuk pelaksanaannya nanti ada durasi dan presisi. Jadi sekali terbang ada durasi, landing, presisi,” jelas Kelik.

Di sisi lain, terbang layang tengah menyiapkan pertandingan virtual sesuai dengan rekomendasi KONI DIJ. Dengan harapan dapat menjadi wadah bagi terbang layang untuk menggantikan uji coba yang tertunda akibat pandemi Covid-19. Juga sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi atlet selama menjalani latihan mandiri. Sebagai informasi, saat ini ada enam atlet dan empat pelatih terbang layang yang tercantum dalam SK Puslatda PON XX Papua 2021.

Selain terbang layang, sebelumnya bantuan serupa telah diserahkan KONI DIJ kepada sejumlah cabor Puslatda PON XX DIJ. Di antaranya catur, renang lintasan, renang indah, polo air, biliar, rugby, panjat tebing, atletik, bola voli pantai, taekwondo, wushu, sepatu roda, judo, pencak silat, dan aeromodelling. Namun akibat Covid-19 sejumlah peralatan cabor/subcabor lain belum semuanya dapat dikirimkan karena terkendala proses pengiriman dari luar kota maupun luar negeri. (ard/pra)

Jogja Sport