RADAR JOGJA – PSS Sleman berharap PSSI tidak hanya memikirkan Piala Dunia U-20 yang akan berlangsung di Indonesia, tapi juga klub-klub yang akan harus berjuang di tengah Pandemi Covid-19. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada (PSS), Marco GraciaPaulo, Rabu(30/9). Oleh karena itu pihaknya akan mengirim surat kepada PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk saling berdiskusi dengan klub. Terkait penundaan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 selama satu bulan.

“Secara bisnis klub sudah habis-habisan. Klub mampu mengadakan latihan pun sudah alhamdulilah. Ini tidak mengada-ada, kenyataannya memang begitu yang dialami klub,” ungkapnya.

Marco menyatakan selama ini PSS mendukung program PSSI dan LIB. Sejak awal pihaknya juga mengingatkan konsekuensi yang harus dihadapi jika kompetisi tetap berjalan di tengah Pandemi Covid-19.

“Misalnya bagaimana jika di tengah jalan berhenti atau bagaimana jika ada pemain atau ofisial yang terkena Covid-19,” ujarnya.

“Kita harus berani bertanya pada diri sendiri dan menjawabnya. Bagaimana jika kompetisi jadi berjalan pada November 2020 mendatang, lalu tiba-tiba dihentikan pada Desember 2020 atau Januari 2021. Ini yang perlu didiskusikan,” lanjut Marco.

Sementara itu manajemen PSS Sleman terus melakukan komunikasi secara internal denganjajaran tim, dan secara eksternal dengan para stakeholder. Para pemain tetap berlatih dan karyawan tetap bekerja seperti biasanya.

“Kami akan mencari jalan keluar terbaik untuk semuadalam situasi seperti ini,” tandas Marco. (sky/tif)

Jogja Sport