RADAR JOGJARestart kompetisi Liga 1 2020 akan digulirkan 1 Oktober 2020. Meski sempat menuai berbagai penolakan, namun operator kompetisi alias PT Liga Indonesia Baru (LIB) tetap melanjutkan kompetisi di tengah pandemi Covid-19.

Seperti diketahui, penolakan itu muncul karena kekhawatiran terjadinya klaster baru di lingkungan olahraga. Direktur Utama LIB Akhmad Hadian Lukita memastikan kompetisi akan digelar dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Terlebih, pihaknya juga sudah melakukan simulasi dan penelitian penyelenggaraan sepak bola di tengah pandemi. “Kami bertemu dengan pemerintah, pejabat, dan aparat daerah itu secara intens terakhir Juli lalu. Untuk perkembangan terakhir, apakah (kompetisi) ini bisa digelar atau tidak,” ujar Akhmad dalam Webinar Sepak Bola di Masa Pandemi yang digelar oleh PSS Sleman dan Jurnalis Olahraga Yogyakarta (JOY), Sabtu (26/9).

Namun, apabila keputusan terburuk memang kompetisi harus diundur lagi, LIB tetap akan patuh. Artinya, operator kompetisi tak akan memaksa atau berusaha memperjuangkan jika kondisi semakin berat. “Tapi Insyaallah sudah ada titik terang, kami tetap jalan terus sesuai jadwal,” katanya.

Yang jelas, Akhmad berharap semua pihak berkomitmen menjaga pelaksanaan lanjutan Liga dengan selalu mematuhi prokes yang ada. Harapannya kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia itu bisa berjalan lancar dan aman.

Selain itu, elemen kompetisi seperti pemain, pelatih, ofisial, hingga perangkat pertandingan diwajibkan menjalani serangkaian tes kesehatan berkala. “Semua tim wajib uji rapid dan swab yang dilakukan di bawah PT LIB sebelum pertandingan agar terkontrol dengan jelas. Tim juga wajib menyediakan fasilitas isolasi dan berbagai hal lain yang terkait protokol kesehatan,” tandas Akhmad.

Karena Liga digelar tanpa penonton, LIB mengimbau suporter untuk tidak datang ke stadion. Termasuk menggelar nonton bareng (nobar). Sebab, di situasi seperti ini sangat riskan untuk menggelar nobar yang dapat menimbulkan kerumunan masa. Sehingga para suporter diminta untuk menonton melalui saluran televisi. (ard/yog)

Jogja Sport