RADAR JOGJA – PSIM Jogja kembali menjalani rapid diagnostic test (RPD) di Wisma PSIM, Selasa (22/9). Tes dilakukan sebagai kewajiban menjalankan protokol kesehatan (prokes) di tengah pandemi Covid-19. Nah, hasilnya seluruh elemen tim dinyatakan non-reaktif.

Manajer PSIM David MP Hutauruk menjelaskan bahwa tes tersebut merupakan kali kedua yang dijalani tim berjuluk Laskar Mataram itu. Selain itu, dia juga bersyukur karena tim dalam keadaan sehat. “Puji Tuhan hasilnya baik dengan hasil non-reaktif seluruhnya,” ujar David.

Selain rapid test, skuad PSIM juga akan menjalani swab test. David mengatakan swab test akan dilakukan sebelum dan saat kompetisi berlangsung. Dikatakan, seluruh kontestan tim wajib mematuhi tahapan prokes yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. “Intinya seluruh anggota tim wajib menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin,” tandasnya.

Sementara itu, penjaga gawang PSIM Ivan Febrianto mengaku cukup lega karena tes menunjukkan hasil yang baik. Menurutnya, tes rutin yang bakal dijalankan selama kompetisi merupakan langkah tepat untuk mengantisipasi persebaran Covid-19. Dengan prokes yang ketat, kiper asal Semarang itu berharap kompetisi dapat berjalan lancar.

Di sisi lain, kurang lebih tiga pekan lagi kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia itu akan bergulir. PT LIB selaku operator Liga pun semakin serius mempersiapkan berbagai hal jelang kick off 17 Oktober mendatang. Belum lama ini mereka menggelar medical workshop extraordinary competition 2020 secara virtual.

Adapun acara tersebut dilakukan untuk memberikan informasi terkait protokol kesehatan. Juga bertujuan untuk menumbuhkan kembali kesadaran masyarakat dalam menjalankan adaptasi kebiasaan baru. Di antaranya memakai masker serta selalu menjaga jarak. (ard/bah)

Jogja Sport