RADAR JOGJA – Di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, tim taekwondo Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) akan diperkuat tujuh atlet terbaik. Mereka adalah R. Odo Prangbakat Suryosukamto, Aditya Rizky Yuda, Ifah Alfanita, Farta Komatep, Elisabeth Sherly Kurniawan, Immanuella Anindita Nugraheni, dan Diana Khairunnisa.

Tiket PON didapat usai ketujuh taekwondoin itu bermain apik di ajang Pra-PON 2019. Nantinya di ajang multievent empat tahunan itu para atlet akan bertanding di dua kelas berbeda yaitu kyorugi (tarung) dan poomsae (jurus). Mereka ditarget mempertahankan tradisi emas PON.

Pelatih Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) taekwondo DIJ Ragil Atmaja mengatakan, target emas dirasa cukup realistis. Mengingat di beberapa edisi PON sebelumnya, kontingen DIJ selalu berhasil menyabet emas. “Kalau dari KONI DIJ kami ditanya targetnya seperti apa, kami memang menargetkan tradisi emas akan kami pertahankan. Dari siapa pun ke tujuh atlet yang bertanding, semua punya potensi,” ujarnya kepada Radar Jogja kemarin (17/9).

Diakui Ragil, saat ini kekuatan semua daerah dinilai cukup merata. Namun, menurut pelatih 38 tahun itu Jawa Barat (Jabar) bakal tetap menjadi lawan tangguh. Apalagi, di Pra-PON tahun lalu kontingen DIJ harus puas menempati peringkat kedua usai ditaklukkan Jabar. “Anak-anak kalah di final lawan Jabar tapi kami masih punya peluang di Papua nanti, semua masih bisa ditingkatkan lagi,”  terangnya.

Selain itu, sebagai ajang pemanasan belum lama ini tim taekwondo mengikuti Kejurnas secara virtual. Hasilnya cukup memuaskan. Beberapa atlet yang diturunkan di nomor poomsae putri berhasil meraih medali perunggu.

Dikatakan, akibat pandemi Covid-19 membuat program latihan menjadi berubah. Sebab, sejak Maret lalu tim taekwondo terpaksa menjalani latihan mandiri. Namun beruntung sejak Agustus lalu mereka sudah kembali berlatih secara normal. “Sekarang kami masih posisi di persiapan umum karena PON kan digelar Oktober 2121, jadi masih satu tahun. Ini persiapan umum menuju new normal ya tentunya latihan dengan protokol kesehatan yang ketat,” katanya.

Lebih lanjut Ragil berujar, dalam satu tahun ini tim pelatih akan benar-benar mempersiapkan tim sebaik mungkin. Utamanya dalam menjaga performa atlet agar tetap stabil. Artinya, dalam prosesnya bisa saja performa mereka naik, bertahan, atau bahkan menurun. “Nah, di situ tergantung kami akan mengkondisikan sesuatunya. Semoga performa anak-anak lebih baik di PON nanti,” harapnya.

Sementara itu, Pelatih Puslatda Taekwondo lain Okky Indera Pamungkas menambahkan, untuk merealisasikan target yang dibidik dibutuhkan kerja keras, juga perjuangan dari semua eleman. Baik atlet maupun pelatih. Sehingga yang harus dipersiapkan pelatih adalah meningkatkan kemampuan fisik, teknik, taktik, dan mental. “Selama latihan saat ini memang belum optimal, karena masih dalam proses memperbaiki dan mengoreksi gerakan para atlet,”  tandasnya. (ard/laz)

Jogja Sport