RADAR JOGJA – Taekwondoin asal Bantul Aditya Rizky Yuda menjadi salah satu atlet yang bakal mewakili DIJ di ajang PON XX Papua 2121. Tiket PON didapat usai Adit, sapaannya, menyabet medali perak Pra-PON 2019. Di PON nanti ia akan turun di nomor kyorugi under 68 kilogram putra.

ANA R. DEWI Jogja, Radar Jogja

DI PON Jabar 2016 silam Adit belum berhasil membawa pulang medali. Nah di PON keduanya ini dia tak ingin gagal. Dengan semangat dan kerja keras, atlet berusia 22 tahun itu optimistis mempersembahkan medali emas untuk DIJ.

Ya, berprestasi di ajang multievent empat tahunan itu memang menjadi cita-cita Adit sejak lama. Menurutnya, raihan medali emas di ajang PON adalah sebuah pencapaian yang sangat luar biasa. Terlebih, untuk kategori kyorugi di DIJ memang belum ada yang mampu menggondol emas.

“Dari awal mimpi saya itu bisa mendapatkan medali emas di PON. Kalau bisa tercapai tentu menjadi hal yang sangat expensive, membanggakan, dan terhormat,” ujar Adit kepada Radar Jogja Kamis (17/9).

Dikatakan, persiapan tim Puslatda taekwondo berjalan cukup lancar. Latihan pun sudah dilakukan secara langsung dengan protokol kesehatan ketat. Dalam sepekan latihan sebanyak enam kali di dua venue berbeda, yakni Lapangan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) untuk latihan fisik dan Gedung Juang untuk latihan teknik.

Kendati begitu, Adit mengaku ada beberapa kendala yang dihadapi. Satu di antaranya karena atlet kelahiran 25 Juni 1998 itu masih kesulitan mencari partner latihan. Sehingga hal itu membuat dirinya tak maksimal dalam berlatih.

“Karena cowok yang lolos hanya dua dan kebetulan partner saya yang satu sedang mengikuti tes Polri. Jadi saya masih belum ada partner, biasanya sama pelatih, kalau nggak masih gantian sama cewek,”  bebernya.

Atlet yang kini berprofesi sebagai guru olahraga di SMP Muhammadiyah Bantul itu berjanji akan berjuang keras demi target yang dicanangkan. Meski diakui Adit lawan yang dihadapi di PON tak akan mudah.

Menurutnya, di gelaran PON kali ini Jabar masih menjadi yang terkuat. Apalagi mereka juga berstatus sebagai juara bertahan. “Jadi lawan terberat menurut saya dan dikelas saya pun masih Jabar, karena ada yang Pelatnas,” katanya.

Yang jelas ia sangat berharap di edisi PON nanti bisa menjadi momen yang indah di sepanjang karir sebagai atlet. Sebab, dia berencana akan pensiun dari dunia taekwondo setelah gelaran Porda Sleman 2022. “Mudah-mudahan masih bisa eksis di dunia taekwondo, karena suatu saat saya ingin menjadi pelatih. Dan, semoga ke depan lebih banyak lagi atlet taekwondo yang berprestasi untuk DIJ,”  harapnya.

Di sisi lain, sejumlah prestasi pernah ditorehkan Adit. Di antaranya medali perak Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PPLP Lombok 2014, medali emas ajang Universitas Sebelas Maret (UNS) Taekwondo Championship 2019, medali emas serta menyabet best player senior putra di ajang 2nd Instiper Taekwondo Championship, serta medali perak di Pra-PON Tangerang 2019. (laz)

Jogja Sport