RADAR JOGJA – Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti berharap para penggawa PSIM tetap sehat. Tak hanya kebugaran fisik tapi juga bebas dari Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Terlebih 16 Oktober ini telah memasuki pertandingan Liga 2. 

Upaya antisipasi dilakukan dengan uji rapid diagnostic test (RDT) berkala. Rencananya tindakan medis ini akan berlangsung setiap bulannya. Tujuannya agar tak muncul klaster atau potensi kasus Covid-19.

“Siang tadi sudah rapid tes di Wisma PSIM. Ada 40 orang, 24 diantaranya pemain, sisanya ofisial. Hasilnya non reaktif semua. Tapi ini upaya memastikan dan harapannya anak-anak sehat selama pelaksanaan kompetisi Liga 2,” jelasnya, ditemui di ruang kerjanya, Selas (1/9).

Meski berlangsung tanpa penonton, bukan berarti potensi penularan tak terjadi. Haryadi menyadari mobilisasi para pemain cukup tinggi. Sehingga bersinggungan dengan banyak orang dan benda.

Beberapa pemain luar DIJ juga wajib menyertakan surat keterangan sehat. Terutama yang berasal atau baru saja melakukan perjalanan dari zona merah. Kebijakan ini ditempuh demi kebaikan bersama. 

Dalam kesempatan ini dia meminta pengertian para tim suporter untuk sementara waktu tidak berkunjung ke Wisma PSIM. Terutama saat pelaksanaan kompetisi Liga 2 berlangsung. Kebijakan ini guna meminimalisir potensi penularan Covid-19.

“Mohon pengertian teman-teman suporter. Para pemain dijaga, jangan berinteraksi secara fisik di wisma, karena (pemain) masih ada tugas membela bumi Mataram. Lakukan komunikasi melalui gadget atau sosial media,” pesannya.

Pihaknya akan meningkatkan penjagaan di sekitar Wisma PSIM. Dengan melibatkan petugas yang dengan perbantuan dari Satpol PP Kota Jogja. Langkah ini semata-mata menjalankan protokol Covid-19.

“Bukan menghilangkan keakraban tapi menjaga keakraban dengan protokol, karena tidak tahu siapa yang bawa virus,” ujarnya.

Haryadi juga meminta para pemain tak berkecil hati. Kebijakan pertandingan tanpa penonton telah dikaji secara matang. Setidaknya langkah ini menghindari klaster Covid-19 dari suporter tim sepakbola.

“Pokoke tetap semangat. Walau tanpa penonton tetap bertanding dengan menjaga sportivitas dan nama baik Kota Jogja. PSIM adalah tim sepakbola masyarakat kota Jogja,” katanya. (dwi/tif)

Jogja Sport