RADAR JOGJA  – Berada dalam masa adaptasi kebiasaan baru, belum semua aktivitas olahraga kembali digelar. Di antaranya karena sarana dan prasarana olahraga milik Pemprov DIJ yang belum dibuka kembali.

Hal itu mengemuka dalam program kunjungan virtual KONI DIJ dengan KONI Kabupaten/Kota, Selasa (24/8). Ketua Umum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto menjelaskan, dalam rapat tersebut, KONI Kota Jogja meminta bantuan kepada KONI DIJ untuk dapat mengkondisikan sarana dan prasarana milik Pemprov DIJ. Sebab, saat ini masih ditutup karena dampak pandemi Covid-19. Terlebih masa tanggap darurat DIJ diperpanjang hingga 31 Agustus 2020.

Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNY ini mengaku sejauh ini pihaknya memang sedang berkoordinasi dengan Pemprov. Di antaranya, Disdikpora DIJ, BPO. “Termasuk tim gugus Covid-19 untuk melakukan upaya agar para atlet bisa berlatih di fasilitas yang dimiliki Pemprov,” ungkapnya.

Hanya saja, Pemprov DIJ masih keberatan dengan pengadaan pendukung sarana prasarana. Seperti wastafel untuk cuci tangan, thermo gun, hingga keberadaan petugas yang akan mengatur. “Kami berharap hal itu dapat dilakukan secara bertahap mulai pertengahan September nanti, terutama ketika sarana prasarana olahraga milik Pemprov DIJ sudah mulai dibuka,” kata Djoko.
Selain KONI Koni Kota, KONI DIJ juga menyambangi KONI Kulonprogo.

Dalam sesi kedua ini KONI DIJ mengapresiasi upaya-upaya KONI Kulonprogo yang tetap menjalankan program, meski di tengah pandemi Covid-19. Baik melalui cara virtual maupun lainnya. Seperti melakukan kunjungan ke pengurus olahraga tingkat kecamatan, namun dengan tetap menyesuaikan protokol kesehatan yang ada. (ard/pra)

Jogja Sport