RADAR JOGJA – Manajemen Bank BPD DIY Bima Perkasa Jogja (BPJ) beraudiensi dengan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ Biwara Yuswantara di kantor BPBD, Kamis (13/8) pagi. Manajemen BPJ diwakili oleh Dyah Ayu Pratiwi, Adinda Christia, dan Kartika Siti Aminah, serta pemain Melki Sedek.

Adapun maksud kedatangan mereka yaitu untuk bertukar informasi dan aktivitas olahraga. Khususnya bola basket dengan Biwara dan staf BPBD DIJ. Manajer BPJ Dyah Ayu Pratiwi mengatakan, selain menjalin silaturahmi pihaknya sekaligus ingin mendapatkan arahan protokoler kesehatan dari BPBD. “Hari ini kami mendapat banyak sekali informasi yang bisa dijadikan rujukan dalam beraktivitas,” ujarnya.

Biwara dan staf menyambut baik audiensi satu-satunya wakil DIJ di Indonesian Basketball League (IBL) itu. Menurut Biwara audiensi tersebut merupakan momen yang tepat bagi BPBD menyosialisasikan tentang protokol kesehatan, juga aktivitas olahraga. Terutama yang melibatkan kontak fisik seperti bola basket.

Sejauh ini BPJ memang belum menjalani latihan bersama jelang tip off Oktober mendatang. Sebab, masa tanggap darurat Covid-19 diperpanjang Pemerintah Provinsi (Pemrov) DIJ hingga akhir bulan ini. Biwara menjelaskan idealnya latihan bersama dilakukan dengan dua syarat. Pertama, jika angka positif Covid-19 di DIJ mulai landai. Kedua, para pemain harus dikarantina dalam satu tempat selama latihan bersama. “Bila ada satu saja yang positif, latihan atau aktivitas olahraga harus disetop,” tandasnya.

Biwara juga berpesan apabila BPJ berencana menggelar latihan, seluruh pemain, ofisial, dan semua yang terlibat dalam latihan harus dites Swab terlebih dulu. Lalu, jika sehat interaksinya harus dibatasi. “Kalau antarpemain tidak apa-apa karena sama-sama tahu sehat, tapi tidak boleh dengan orang lain. Harus karantina di tempat yang sama selama latihan,” pungkasnya.

Audiensi pun diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan berupa jersey home BPJ bernomor punggung 3 milik Nuke Tri Saputra. (ard/yog)

Jogja Sport