RADAR JOGJA – Pekan ini PSS Sleman dijadwalkan menggelar rapat internal guna membahas hasil manajer meeting dengan PT LIB di Jakarta, Jumat (7/8) lalu. Adapun agenda club meeting itu merupakan koordinasi lanjutan dari virtual meeting yang digelar beberapa waktu lalu.

Sejumlah hal dibahas dalam rapat yang dihadiri seluruh perwakilan kontestan klub Liga 1 2020 itu. Di antaranya soal akomodasi, subsidi, jadwal pertandingan, regulasi memainkan pemain U-20, dan protokol kesehatan.

Manajer PSS Danilo Fernando mengatakan hasil pertemuan tersebut kian memantapkan Super Elang Jawa -julukan PSS- untuk berkompetisi. Dia juga menyebut dalam situasi seperti ini memang sepantasnya kompetisi Liga Indonesia dilanjutkan. “Kami selama ini memang menunggu kejelasan kelanjutan kompetisi. Semoga pelaksanaan lanjutan Liga dapat berlangsung lancar ditengah pandemi Covid-19,” ujarnya.

Nah, rencananya rapat internal jajaran direksi Super Elja bakal digelar secara langsung di Sleman. Beberapa poin dibahas, seperti kedatangan pemain, program latihan, serta rincian anggaran dalam mengarungi lanjutan kompetisi.

Di sisi lain, hasil pertemuan manajer meeting itu cukup melegakan bagi seluruh kontestan Liga 1. Terutama terkait besaran subsidi yang akan diterima setiap klub. Dalam lanjutan Liga 1 yang berlangsung selama lima bulan, sejak 1 Oktober hingga 28 Februari 2021 itu, LIB selaku operator Liga akan memberikan subsidi Rp. 800 juta per klub. Subsidi itu nantinya akan diberikan satu bulan sebelum kick off sampai kompetisi berakhir.

LIB juga akan menanggung biaya tes swab selama kompetisi Liga 1 berlangsung. Selain itu, guna menjaga protokol kesehatan, LIB bakal mengadakan medical workshop bagi klub peserta Liga 1 pada awal September nanti. “Kami akan kumpulkan tim medis atau dokter klub dalam workshop tersebut. Nanti juga dibahas protokol kesehatan di stadion seperti apa, karena setiap tim memiliki stadion yang tidak sama,” kata Direktur Utama LIB Akhmad Hadian Lukita.

Sementara itu, Direktur Operasional LIB Sudjarno menambahkan dalam club meeting, pihaknya meminta masukan dari klub untuk penyempurnaan amandemen regulasi kompetisi Liga 1 2020 dengan tema extraordinary competition. “Ini untuk pertama kalinya regulasi itu disempurnakan dengan meminta masukan dari klub. Kami juga menjelaskan tentang action plan yang telah dilakukan PT LIB,” ujar Sudjarno. (ard/bah)

Jogja Sport