RADAR JOGJA – PT LIB selaku operator kompetisi usai melakukan verifikasi Maguwoharjo International Stadium (MagIS) beberapa waktu lalu. Verifikasi dilakukan sebagai persiapan jelang restart kompetisi Liga 1, Oktober.

Seperti diketahui, Jogjakarta dipastikan menjadi markas bagi sejumlah klub Liga 1 dari luar Pulau Jawa. Seperti Borneo FC, Persipura Jayapura, PSM Makassar, Barito Putera, Bali United, dan Persiraja Banda Aceh.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) MagIS Sumadi mengatakan pihaknya belum menerima surat rekomendasi resmi dari LIB. Sebab, nantinya ada rekomendasi secara tertulis yang ditandatangani oleh tim verifikator. “Kalau seusai verifikasi kemarin baru sebatas lisan. Biasanya secara tertulis ada empat sampai lima lembar yang intinya menjelaskan stadion layak digunakan atau tidak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sumadi menjelaskan ada beberapa catatan disampaikan tim verifikator. Yaitu, meliputi kebersihan ruang ganti pemain dan kamar mandi wasit. “Saat ini ruang ganti pemain sedang digunakan untuk menyimpan laptop yang akan digunakan untuk Pilkades. Tapi Agustus nanti sudah di distribusikan ke desa-desa,” katanya.
Adapun catatan lain yakni pembenahan bagian gawang. Sebab, terdapat fiber yang melapisi gawang di beberapa bagian mulai retak. “Tapi untuk soal lampu sudah acc, tidak ada catatan,” imbuh Sumadi. Rencananya stadion berkapasitas 30.000 penonton itu juga bakal mengganti fasilitas, seperti papan skor digital yang lebih modern. Meski saat ini MagIS memang sudah menggunakan papan skor digital. Hanya saja, masih sebatas nama tim dan skor pertandingan saja.

Selain MagIS, verifikasi dilakukan di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul. Juga tiga hotel di DIJ, serta Stadion Citarum, Semarang yang diajukan PSIS Semarang sebagai markas klub. “Karena banyak tim yang memilih Jogjakarta sebagai home base, maka kami harus memastikan kondisi terakhir dari stadion yang diajukan. Semua aspek akan kami verifikasi sesuai dengan standar yang berlaku,” kata Direktur PT LIB Sudjarno. (ard/bah)

Jogja Sport