RADAR JOGJA – Manajemen PSS Sleman mulai menyusun draft rencana persiapan tim jelang bergulirnya kompetisi Liga 1, Oktober mendatang. Beberapa persiapan yang tengah disusun tim Super Elang Jawa ini meliputi rencana pemanggilan pemain, program latihan, hingga protokol dan venue latihan pemain.

Direktur PT PSS Hempri Suyatna mengatakan pihaknya telah menggelar rapat internal bersama jajaran direksi PT PSS yang ada di Sleman, Selasa (21/7) sore.

“Hasil rapat kemarin baru membahas draft rencana saja. Karena intinya kami masih menunggu hasil keputusan LIB,” ujar Hempri.

Lebih lanjut, Hempri menjelaskan rapat tahap awal ini tidak diikuti tim kepelatihan. Itu lantaran pihaknya masih menanti keputusan akhir dari manajer meeting LIB yang rencananya digelar dalam waktu dekat ini.

“Tentunya finalisasi dari kami setelah muncul keputusan final dari operator Liga,” bebernya.

Pada manager meeting pertama yang digelar pada 17 Juli lalu belum menghadirkan keputusan akhir. Pertemuan virtual itu baru membahas beberapa poin. Seperti, besaran nilai subsidi, akomodasi, home base, perangkat pertandingan, dan penyelenggaraan pertandingan.

Di sisi lain, PSS berharap kontestan Liga 1 menerima subsidi pelaksanaan tes kesehatan. Sebab, dalam lanjutan Liga akan digelar tanpa penonton, sehingga membuat klub tak mendapatkan pemasukan secara maksimal.

“Kalau dari sisi budget lumayan mahal. Yang paling murah kan sekitar 1.4 jutaan ya untuk tes swab, dan rapid tes harus dilakukan 14 hari sekali,” kata Hempri.

Jika berjalan sesuai rencana, kompetisi Liga Indonesia akan dilanjutkan tanpa penonton pada Oktober mendatang. Langkah itu dilakukan sebagai antisipasi persebaran Covid-19 kepada seluruh kontestan klub. Selain itu, PT LIB memastikan seluruh pertandingan Liga 1 digelar di Pulau Jawa. (ard/tif)

Jogja Sport