RADAR JOGJA – Kompetisi sepak bola Indonesia dipastikan kembali bergulir pada Oktober mendatang. Dalam lanjutan Liga ada beberapa aturan baru yang diberlakukan PSSI. Salah satunya Laga digelar tanpa penonton.

Langkah itu diambil PT LIB selaku operator Liga atas pertimbangan faktor kesehatan. Sebab, hingga kini pandemi Covid-19 belum juga mereda di Tanah Air. Nah, rencana tersebut mendapat respons positif dari sejumlah suporter klub di Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ).

Kelompok suporter PSIM Jogja Mataram Independent (The Maident) mendukung penuh kebijakan dari federasi. Menurut Ketua Umum The Maident Rendy Agung Prasetya kesehatan adalah yang paling utama. Rendy sangat menyadari jika memaksakan kehadiran suporter, bukan tak mungkin akan memunculkan klaster. “Tanpa penonton kan hanya sementara. Kami akan bersabar sampai kondisi stabil, kami juga sangat ingin Liga secepatnya berjalan,” ujarnya kepada Radar Jogja, Selasa (14/7).

Lebih lanjut, Rendy berpesan kepada anggotanya untuk mematuhi aturan yang ada. Sebab, meski sudah dilarang terkadang ada saja suporter yang nekat datang ke stadion. “Jangan melanggar jika aturannya tanpa penonton. Kita boleh fanatik dan cinta PSIM, tetapi kita tetap harus patuhi aturan agar Covid-19 ini segera berakhir dan bisa bersorak di stadion,” tegasnya.

Dukungan serupa juga datang dari kelompok suporter PSIM lain, yakni Brayat Jogja Mataram Utama Sejati (Brajamusti). Wakil Presiden Brajamusti Saga Susanto mengatakan pihaknya memaklumi kondisi pandemi saat ini. Yang jelas, Saga ingin Liga berjalan dengan memperhatikan protokol kesehatan ketat. “Kalau dari pengurus pusat belum ada keputusan resmi bagaimana sikap kami. Tapi saya pribadi mendukung, apalagi dari empat grup kemungkinan PSIM tidak berlaga di Jogja,” kata Saga.

Sementara itu, kelompok suporter PSS Sleman Slemania juga angkat bicara. Ketua Slemania Rengga Dian Senjaya mengimbau anggotanya untuk mematuhi aturan PSSI. Menurut Rengga, mendukung tim kesayangan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya melalui saluran televisi. “Tapi jangan ada nonton bareng (Nobar) yang menyebabkan berkumpulnya orang banyak. Ingat kesehatan dan keluarga adalah yang utama,” tandasnya. (ard)

Jogja Sport