RADAR JOGJA – Sejumlah program tengah disusun KONI DIJ guna menghadapi persiapan umum dan khusus jelang PON XX Papua 2021 mendatang. Mulai dari tes fisik, kesehatan, hingga psikologi. Namun, tetap dengan memperhatikan kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI DIJ optimistis program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) XX DIJ dapat aktif dan berjalan normal kembali pada Oktober mendatang. Seperti diketahui, sejak Maret lalu para atlet Puslatda DIJ terpaksa menjalani latihan mandiri akibat Covid-19. “Oktober akan diawali tes fisik. Setelah itu tim dari iptek akan mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan dari berbagai komponen,” ujar Ketua Bidang (Kabid) Binpres KONI DIJ Ria Lumintuarso.

Kemudian, November akan masuk pada aktivasi pembinaan seluruh komponen latihan. Yaitu meliputi pelaksanaan program latihan, macro-messo-micro untuk sesi latihan, evaluasi pencapaian latihan, try out, dan tes kompetisi.

Hal itu tak terlepas dari persiapan dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka juga berencana menggelar program latihan kembali pada November 2020. Di antaranya melakukan karantina di satu tempat untuk persiapan latihan. Karena itu, DIJ pun tak ingin ketinggalan mempersiapkan program serupa. “Semoga bisa segera dilaksanakan di lapangan dengan prosedur tertutup. Dan tentunya dengan melihat kemampuan anggaran daerah,” kata Ria.

Nah, pada Juli hingga Oktober, pelatih diminta untuk mencermati dan menyiasati program pelatihan yang dapat ditempuh bagi atlet Puslatda PON XX terlebih dulu. Salah satunya dengan melihat kondisi tempat latihan termasuk zona aman atau tidak. Hanya, pola pelatihan dapat berubah dengan menyesuaikan kondisi new normal.

Wakil Ketua II KONI DIJ Rumpis Agus Sudarko berpesan agar pelatih dan atlet bersabar. Mengingat masa tanggap darurat Covid-19 di DIJ diperpanjang hingga 31 Juli. “Semoga pandemi segera berlalu dan atlet bisa berlatih kembali di luar atau lapangan,” harapnya. (ard/din)

Jogja Sport