RADAR JOGJA – PSSI memilki aturan baru gaji terkait pemain, pelatih, dan staf Liga 1 dan Liga 2 2020. Namun, penetapan 50-60 persen nilai gaji itu bukan sebuah keputusan mutlak.

Dalam Surat Keputusan (SK) bernomor SKEP/53/VI/2020, PSSI menetapkan negosiasi gaji ada di kisaran 50 persen untuk Liga 1 dan 60 persen untuk Liga 2. Disebut pula gaji tak boleh berada di bawah Upah Minimum Regional (UMR) klub tersebut bernaung. Aturan itu akan berlaku satu bulan sebelum kompetisi hingga selesai.

Aturan tersebut ditanggapi oleh pemain PSIM Jogja. Ivan Febrianto misalnya. Kiper asal Semarang itu mengaku akan mengikuti saja aturan yang diberikan oleh PSSI. Selain itu, Ivan juga mengaku siap untuk melakukan negosiasi ulang kontraknya dengan manajemen Laskar Mataram – julukan PSIM Jogja. “Kalau saya sih ikuti alurnya saja, kalau harus nego ulang ya nego ulang” katanya kemarin (3/7).

Hal serupa diungkapkan oleh penyerang PSIM Jogja, Muhammad Dwi Rafi Angga. Pemain benomor 96 itu siap jika manajemen mengajukan negosiasi ulang kontraknya. Kendati demikian, sampai saat ini belum ada pembicaraan yang secara khusus membahas hal tersebut. “Sampai saat ini masih santai, soal kapan kembali ke Jogja juga belum dibahas,” jelasnya. (kur/pra)

Jogja Sport