RADAR JOGJA – PSS Sleman tengah menyiapkan protokol kesehatan internal untuk menyambut bergulirnya Liga 1, Oktober. Protokol kesehatan tersebut dirancang sebagai antisipasi pencegahan paparan Covid-19 kepada seluruh elemen klub.

Dokter tim PSS Elwizan Aminuddin menjelaskan, langkah tersebut dirasa sangat penting untuk mengetahui kondisi kesehatan para penggawa Super Elja. Yang jelas PSS juga akan mengikuti arahan sesuai protap dan protokol yang ditentukan PSSI. “Tapi saat ini kami masih menunggu arahan resmi dari federasi dan kick off liganya,” ujar dokter yang akrab disapa Amin itu, kemarin (1/7).

Seperti diketahui, PSSI telah merilis Surat Keputusan (SK) bernomor SKEP/53/VI/2020 tentang kelanjutan kompetisi dalam keadaan luar biasa tahun 2020. SKEP terbaru diumumkan secara resmi pada Minggu, (28/6) dengan berbagai pertimbangan.

Kompetisi Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 akan dimulai pada Oktober 2020 dengan memerhatikan ketentuan protokol kesehatan Covid-19 yang ditetapkan oleh pemerintah. Nah, PSS sendiri berencana menggelar latihan pada awal Agustus. Atau setelah masa tanggap di DIJ berakhir pada 31 Juli mendatang.

Sebelumnya, Direktur PT PSS Hempri Suyatna menyatakan bahwa protokol kesehatan internal memang tengah digodok dokter tim Super Elang Jawa -julukan PSS. Yaitu meliputi kedatangan pemain, pelatih, dan ofisial ke Sleman. Nantinya mereka diwajibkan menjalani rapid test.

Selain itu, akan dilakukan medical check up (MCU) terlebih dulu sebelum tim menjalani latihan bersama. Termasuk menyiapkan protokol kesehatan saat dan pasca latihan. (ard/pra)

Jogja Sport