RADAR JOGJA – Kelanjutan kompetisi Liga Indonesia 2020 akan diberlakukan beberapa format dan aturan baru. Salah satunya soal kontrak pemain. PSSI selaku federasi sepak bola Indonesia memperbolehkan klub Liga 1 dan 2 untuk melakukan renegosiasi kontrak pemain. Berkisar 50 persen hingga 60 persen.

Itu artinya pemain dan pelatih tidak akan menerima gaji secara full. Hal itu dilakukan karena kondisi keuangan seluruh klub yang sulit selama pandemi Covid-19. Nantinya aturan itu akan berlaku sebulan sebelum kompetisi dimulai hingga berakhir.

Nah, terkait kontrak pemain manajemen PSS Sleman angkat bicara. Direktur PT PSS Hempri Suyatna menjelaskan, sejauh ini pihaknya masih menunggu surat resmi dari PSSI. “Ketentuan gaji ya mungkin menanti arahan dan kebijakan PSSI seperti apa,” ujarnya, Selasa¬† (30/6).

Hempri menambahkan beberapa hal perlu dikonsultasikan agar tidak menimbulkan persepsi berbeda. Termasuk kapan kompetisi berakhir. Hal itu dirasa penting sebab menyangkut masa kontrak pemain.

Sementara itu, gelandang PSS I Gede Sukadana senang kompetisi Liga Tanah Air kembali dilanjutkan. Pemain asal Bali itu tak sabar untuk segera berlatih dan merasakan atmosfer pertandingan. “Menurut saya sih bagus Liga kembali lanjut. Kalau berhenti kami nggak ada kegiatan,” katanya.

Soal gaji Sukadana akan mengikuti kebijakan dari klub. Termasuk jika harus menerima setengah gaji. Dia mengaku legawa. “Masalah nego saya ngikutin saja. Karena jika tanpa penonton tim tidak ada pemasukan, jadi harus di sesuaikan juga nanti,” paparnya. (ard/pra)

Jogja Sport