RADAR JOGJA – PSSI telah memutuskan untuk melanjutkan kompetisi baik Liga 1 maupun Liga 2 untuk musim 2020. Untuk kompetisi Liga 2 akan kembali digelar pada Oktober mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Pelatih PSIM Jogja, Seto Nurdiyantara mengungkapkan tim asuhannya paling tidak sudah harus kembali berlatih pada Agustus mendatang. Dikatakan, idealnya dua bulan sebelum kompetisi, skuad harus sudah berlatih. Hal tersebut untuk mengetahui kondisi kebugaran pemain. ”Itu perlu dipersiapkan sebelum kompetisi dilanjutkan, tapi semua tergantung komunikasi dengan manajemen,” kata Seto.

Para pemain Laskar Mataram – julukan PSIM Jogja – sudah diliburkan dari kewajiban berlatih bersama sejak akhir Maret lalu. Kendati demikian, Sunni Hizbullah dan kolega tetap diberikan program untuk belatih dari rumah masing-masing.

Selain berbicara mengenai kebugaran pemain, Seto juga mengatakan dirinya perlu memantau beberapa pemain yang sempat cedera. Seperti diketahui, Risman Maidullah sempat mengalami kecelakaan beberapa waktu yang lalu. Sementara itu, Tegar Pangestu juga sempat mengalami cedera hamstring. “Saya dengar mereka sudah membaik,” ujarnya.

Untuk melanjutkan kompetisi Liga 2, PSSI telah menyiapkan protokol kesehatan baru. Seperti membatasi orang yang bisa datang ke stadion, hingga kewajiban para pemain maupun pelatih untuk mengikuti tes PCR maupun rapid test. “Saya pikir akan lebih ribet. Tapi saya belum tahu akan seperti apa,” tandas pelatih berlisensi AFC Pro itu.

Sementara itu, manajer PSIM Jogja, David MP Hutauruk mengatakan, pihaknya akan melakukan kordinasi dengan tim pelatih serta dokter tim. Hal itu terkait dengan kesiapan teknis dan juga kesehatan para pemain. “Kesehatan pemain tentu jadi prioritas kami, apalagi ini kan soal keselamatan juga, karena pandeminya masih belum selesai,” jelasnya. (kur/bah)

Jogja Sport