RADAR JOGJA – Indonesian Baksetball League (IBL) 2020 rencananya kembali digulirkan pada 4 September atau 5 Oktober mendatang. Selain itu, kompetisi musim ini kemungkinan akan diselesaikan hanya di satu kota. Tentunya dengan mempertimbangkan berbagai kondisi dan perkembangan Covid-19.

Keputusan tersebut disampaikan dalam rapat virtual yang dilakukan IBL beberapa waktu. Ada dua kota yang direkomendasikan menjadi tuan rumah IBL. Yakni, Jogjakarta dan DKI Jakarta. Hanya, keputusan akhir pilihan tersebut tergantung situasi yang ada di masing-masing kota. “Keputusan di satu kota ini diambil karena faktor keamanan dan juga efisiensi pembiayaan,” kata Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah.

Jika benar-benar dilanjutkan, IBL akan memberlakukan aturan baru. Salah satunya, yakni hanya akan diikuti oleh pemain lokal. Sebab, mayoritas pemain asing di setiap klub berasal dari Amerika Serikat. Negara dengan jumlah kasus positif Covid-19 tertinggi di dunia. “Intinya kami terus monitor perkembangan hingga akhir Juni ini,” ujar Junas.

Pelatih Bank BPD DIY Bima Perkasa Jogja (BPJ) Raoul Miguel Hadinoto turut berkomentar terkait wacana tersebut. Pelatih yang akrab disapa Eboss itu mengatakan, dirinya tidak mempermasalahkan venue lanjutan liga. Menurutnya yang terpenting adalah keamanan bagi seluruh tim. “Mau di kota mana saja yang penting sesuai dengan protokol dan jauh dari zona merah atau hitam,” bebernya.

Nah, terkait aturan penggunaan pemain lokal, Eboss menilai hal tersebut adalah keputusan yang tepat. Pasalnya, saat ini memang seluruh pemain asing masing-masing klub tengah pulang kampung. “Mendingan pemain lokal saja. Belum tentu pemain asing mau traveling dalam kondisi seperti ini. Kan di setiap negara punya protokol beda-beda,” pungkasnya.

Seperti diketahui, IBL dihentikan sejak 13 Maret lalu. Nantinya, kompetisi dilanjutkan langsung ke babak play off. (ard/bah)

Jogja Sport