RADAR JOGJA – Manajemen PSS Sleman belum lama ini menggelar rapat virtual dengan kelompok suporter PSS Brigada Curva Sud (BCS). Rapat tersebut membahas terkait delapan tuntutan yang diajukan BCS kepada manajemen Super Elang Jawa -julukan PSS.

Direktur PT PSS Hempri Suyatna mengatakan dalam kesempatan itu manajemen memaparkan terkait tanggapan atas delapan tuntutan. Juga arah kebijakan klub ke depan seperti apa. “Kami juga membahas seputar tim PSS,” katanya.

Hempri menjelaskan dalam pertemuan virtual tersebut inti bahasan yaitu untuk menjaga silaturahmi dan membangun komunikasi antara manajemen dengan suporter. Menurutnya, tuntutan yang diajukan itu akan dikelompokkan menjadi beberapa program. Yaitu jangka pendek, menengah, dan panjang.

Artinya, delapan tuntutan akan menjadi bahan masukan di dalam menyusun program PSS kedepan. Sebab, manajemen Super Elja menilai usulan-usulan tersebut sangat bagus untuk kemajuan PSS. “Usulan tersebut juga konstruktif dalam mendukung pengembangan industri sepak bola di Sleman,” jelasnya.

Seperti diketahui, delapan tuntutan tersebut sudah disuarakan sejak musim lalu. BCS mendesak agar manajemen PSS membenahi beberapa hal. Di antaranya, soal program pembinaan dan akademi usia muda PSS, mess untuk pemain, lapangan untuk berlatih, membenahi marketing dan bussines development, memanfaatkan media klub sebagai pusat informasi dan publikasi, menghapus peran dan posisi ganda, penyelenggaraan pertandingan yang profesional, meminta penyelenggara pertandingan mengelola dengan baik, standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dalam perusahaan. (ard/din)

Jogja Sport