RADAR JOGJA – CEO PT PSIM Jaya Bambang Susanto menyarankan PSSI dan PT LIB agar tidak mengurangi jatah promosi tim Liga 2 ke Liga 1. Apabila tetap dikurangi, menurut Bambang hal itu bisa membuat kompetisi Liga 2 berjalan kurang menarik.

Diketahui, PSSI dan PT LIB sudah membuat gambaran Liga 2 musim ini. Kompetisi sepak bola kasta kedua di Tanah Air itu rencananya akan kembali bergulir pada Oktober nanti.

Beragam aturan baru pun sudah diusulkan oleh PSSI dan PT LIB. Salah satunya adalah hanya ada dua tim yang berhak promosi ke Liga 1 dari semula tiga slot. Hal ini dikarenakan Liga 1 nantinya tidak menerapkan sistem degradasi.

Bambang mengatakan seharusnya jatah promosi tim Liga 2 ditambah menjadi empat klub. Dengan begitu, tim Liga 2 termotivasi tetap menjalankan kompetisi di tengah pandemi virus korona. “Promosi jangan dikurangi, harusnya ditambah satu lagi jadi empat slot, karena kalau dua, kemungkinan promosi makin mengecil,” kata Bambang.

Menurut Bambang, dengan pengurangan jatah promosi itu juga bisa menimbulkan dampak buruk lain. Seperti kemungkinan banyak klub yang tak akan bisa ikut berkompetisi. “Kalau peluang promosi kecil, klub rugi dan jadi banyak yang pilih mundur dan kualitas pun menjadi turun. Tapi kalau dibuat empat jatah promosi kemungkinan besar klub menjadi berani spekulasi karena peluangnya besar,” jelasnya.

Skenario lain yang disiapkan oleh PSSI untuk Liga 2 ini adalah, nantinya klub-klub akan dibagi ke dalam empat grup dengan menerapkan sistem home tournament. Masing-masing grup diisi enam tim. Namun, segala rencana yang disusun oleh PSSI dan PT LIB itu juga sangat bergantung pada kondisi pandemi virus korona yang ada di Indonesia. (kur/din)

Jogja Sport