RADAR JOGJA – National Paralympic Committee (NPC) DIJ melakukan evaluasi terhadap program pemusatan latihan daerah (Pelatda). Dari hasil evaluasi program yang dipersiapan menghadapi Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) itu, terdapat 70 atlet yang dipertahankan untuk terus menjalani latihan.

Ketua Umum NPC DIJ Hariyanto menjelaskan pihaknya memang melakukan evaluasi secara rutin tiap empat bulan. Dari hasil evaluasi hingga April, kami mendapatkan 70 atlet untuk dipertahankan. Untuk saat ini kami terpaksa melakukan degradasi tanpa melakukan promosi. “Evaluasi ini berdasarkan laporan dari pelatih,” katanya.

Sebelum melakukan evaluasi para atlet yang masuk Pelatda, ada total 90 atlet. Dengan demikian, sebanyak 20 terpaksa harus mengalami degradasi. Sebenarnya NPC DIJ ada program promosi dan degradasi.”Karena ada penyesuaian anggaran untuk penanganan virus korona, maka dengan terpaksa tidak ada promosi untuk sementara ini,” ujarnya.

Hariyanto juga menjelaskan, para atlet yang mengalami promosi berhak mengikuti program Pelatda yang kini dilakukan secara mandiri. Namun, bagi para atlet yang terdegradasi, masih memiliki peluang untuk kembali masuk dalam Pelatda pada program tahun depan.

Adapun para atlet yang kini masuk Pelatda berasal dari cabang olahraga (cabor) angkat berat sembilan atlet, atletik (10), bocia (2), bulutangkis (9), catur (6), panahan (15), tenis kursi roda (8), dan tenis meja (11).

Pada program Pelatda sebagai persiapan menghadapi Peparnas 2021 ini, para atlet didampingi oleh 22 pelatih yang masih dipertahankan. (kur/din)

Jogja Sport