RADAR JOGJA – Para pemain PSIM Jogja sudah satu bulan lebih diliburkan dari kewajiban berlatih bersama. Namun, Martinus Novianto dan kolega bukannya menganggur di kediaman masing-masing. Sejak awal, para penggawa Laskar Mataram-julukan PSIM Jogja- sudah dibekali menu latihan untuk menjaga kondisi fisik mereka.

Tak hanya itu, para pemain PSIM juga diminta untuk terus mengasah teknik mereka. Hal itu diungkapkan oleh pelatih PSIM Jogja Seto Nurdiyantara. Menurutnya, kalau fisik sudah dibekali oleh pelatih fisik.”Kalau soal teknik saya minta anak-anak untuk lebih banyak menggunakan bola, juggling, dan lain-lain,” katanya Rabu (30/4).

Dijelaskan Seto, hal itu bertujuan agar sentuhan bola para pemain PSIM Jogja tetap bagus. Jika nanti sewaktu-waktu kompetisi bisa dimulai lagi, para penggawa PSIM tidak terlalu kaku dalam memainkan si kulit bundar.

Seto juga menjelaskan mengenai bagaimana soal pemahaman taktik para pemain, sementara dia tidak bisa mendampingi mereka latihan. Pelatih berusia 46 tahun itu menyatakan, sudah menyarankan para pemain asuhannya untuk lebih banyak bermain video game sepak bola. “Kalau soal taktik mereka saya suruh main gim,” jelasnya sembari tertawa.

Seto kemudian bercerita mengenai kesibukannya belakangan ini ditengah pandemi virus korona. Eks pelatih PSS Sleman itu mengaku melakukan banyak hal yang sebelumnya jarang atau bahkan belum pernah dilakukan. Salah satunya membantu anak-anak memasak. “Ya anak-anak lagi suka masak kue, dan dalgona, saya bantu-bantu saja,” tandasnya. (kur/din)

Jogja Sport