RADAR JOGJA – Berbagai kegiatan dilakukan para penggawa PSS Sleman di tengah jeda kompetisi akibat pandemi virus korona (Covid-19). Selain dituntut untuk tetap berlatih secara mandiri, mereka juga melakukan beragam aktivitas di rumah untuk menghilangkan kejenuhan.

Ya, seperti diketahui kompetisi Liga di Indonesia ditangguhkan hingga 29 Mei mendatang. Namun, bisa saja Liga dihentikan total apabila Covid-19 tak mereda. Kendati begitu, Kapten PSS Sleman Bagus Nirwanto memilih untuk legawa dan berpikir positif dalam menghadapi situasi pagebluk Covid-19 ini.

Sebab, ada hal positif yang dapat diambil saat kompetisi dihentikan. Yakni para pemain memiliki banyak waktu luang bersama keluarga. Bagus berujar tak jarang dirinya bermain bersama buah hatinya. “Kalau nggak menghilangkan rasa jenuh biasanya sih bermain Play Station (PS),” ungkapnya.

Bek 27 tahun itu saat ini sedang berada di kampung halamannya Sidoarjo, Jawa Timur. Bagus mengaku dirinya tetap berlatih intensif sejak manajemen PSS memutuskan untuk meliburkan skuad pada 16 Maret lalu. “Saya rutin latihan setiap pagi. Ya untuk jaga kebugaran tubuh dan sesuai program latihan yang diberikan tim pelatih,” bebernya.

Hal serupa juga dilakukan gelandang PSS I Gede Sukadana. Sukadana mengaku banyak menghabiskan waktu bersama keluarganya di Bali. Termasuk mengantar jemput sang istri bekerja. “Istri masih kerja soalnya di dinas jadi masih masuk,” katanya. “Saya juga sering main PS biar nggak jenuh,” imbuh pesepak bola 32 tahun itu.

Selain itu, Sukadana juga mengatakan bahwa dampak Covid-19 membuat Bali menjadi sangat sepi. Tak seperti hari biasanya yang selalu ramai wisatawan. “Jauh kayak biasanya. Saya pengin ini virus cepat mereda dan bisa lanjut lagi kompetisi,” harapnya.

Di sisi lain, hingga saat ini belum ada keputusan dari induk sepak bola Indonesia alias PSSI terkait keberlangsungan liga. Apakah nantinya bakal dilanjutkan atau akan dihentikan total. (ard/din)

Jogja Sport