RADAR JOGJA – Pandemi virus korona membuat banyak agenda olahraga ditunda bahkan dibatalkan. Salah satunya adalah kejuaraan tinju nasional yang rencananya akan berlangsung di Purworejo. Kejuaraan yang memperebutkan sabuk emas Dandim 0708 Purworejo itu harus ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan.

Salah satu laga yang rencananya akan dilangsungkan pada kejuaraan tinju tersebut adalah laga antara petinju DIJ, Heri Andriyanto melawan petinju Surabaya bernama Antoni Pangalila. Namun, pertandingan yang rencananya akan berlangsung selama 12 ronde pada 18 April mendatang untuk sementara tak bisa dilaksanakan.

Menanggapi pembatalan itu, Heri mengaku bisa memahami. Saat ini kondisi kesehatan masyarakat memang yang lebih penting. “Iya pertandingannya mundur semua,” katanya kepada Radar Jogja Senin (13/4).

Heri menyatakan kendati sedang ada di masa pandemi, dia tak lupa untuk menjaga kesehatan. Petinju berusia 33 tahun aktif berolahraga di sasana miliknya yang terletak di Wates, Kulonprogo. Selain itu, Heri juga membuka kelas khusus bagi warga sekitar yang ingin sekadar menjaga kondisi tubuh atau bahkan mereka yang secara khusus ingin belajar dasar-dasar dalam bertinju. “Tetap rutin olahraga dan malah memperkuat imunitas tubuh,” jelasnya.

Heri Andriyanto sudah cukup lama tak bertanding. Terakhir, sosok yang menjalani debut di dunia tinju profesional  pada 2004 itu bertanding di Malaysia pada akhir tahun lalu. Kala itu Heri kalah angka dari petinju tuan rumah dalam kejuaraan tinju level Asia Pasifik. (kur/din)

Jogja Sport