RADAR JOGJA – Sudah empat pekan skuad PSS Sleman diliburkan dari segala aktivitas. Itu menyusul merebaknya virus korona (Covid-19) yang memaksa kompetisi Liga 1 dan 2 dihentikan hingga 29 Mei mendatang. Bagus Nirwanto cs pun harus menjalani latihan secara mandiri guna menjaga kebugaran.

Fisioterapis PSS Lutfinanda Amary Septiandi turut mengabarkan kondisi skuad Super Elang Jawa -julukan PSS. Lutfi berujar hingga saat ini para pemain dalam keadaan baik dan sehat. “Alhamdulillah masa karantina lancar dan tidak ada keluhan,” ungkapnya.

Selain itu, Lutfi juga mengatakan bahwa rencananya PSS akan melakukan tes Covid-19. Hanya, saat ini masih dalam tahap pembicaraan manajemen. Sebelumnya anak-anak Sleman sudah melakukan tes Covid-19 pada 19 Maret lalu dan seluruh pemain dinyatakan negatif.

Terkait tes Covid-19, Lutfi memberi contoh bahwa di Liga Inggris semua pemain, pelatih, dan ofisial yang terdaftar di Premier League di tes dan difasilitasi PT Liga. Sementara di Liga Tanah Air tidak demikian. “Di tes kan untuk memastikan semua negatif. Kalau PSS Sleman kemarin dana sendiri dan inisiatif sendiri,” pungkasnya.

Mantan fisioterapis tim nasional (Timnas) Indonesia U-19 itu sangat berharap pemain tetap disiplin dan menjaga kebersihan selama individual training. Artinya, tidak keluyuran di luar rumah serta selalu menjaga social distancing.

Sementara itu, gelandang PSS I Gede Sukadana mengaku mulai merasakan kejenuhan selama berlatih mandiri. Akibat virus tersebut, dirinya gagal menjalani debut bersama Super Elja. Sebab, sebelumnya pemain asal Bali ini sempat mengalami cedera menjelang kompetisi Liga 1 bergulir. Sukadana pun absen di tiga laga PSS. “Sekarang cedera sudah sembuh malah ada virus,” keluhnya.

Kendati begitu, Sukadana terus melakukan latihan guna menjaga kondisi agar tetap fit. Seperti latihan treadmill dan strength. “Semoga kompetisi bisa lanjut dan virus ini cepat berlalu karena kalau berhenti gimana gitu rasanya,” harap pemain 32 tahun itu. (ard/bah)

Jogja Sport