RADAR JOGJA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) resmi memperpanjang kegiatan latihan mandiri program pemusatan latihan daerah (Puslatda) Pekan Olahraga Nasional (PON). Itu menyusul diperpanjangnya masa tanggap darurat pandemi virus korona (Covid-19). Semula imbauan latihan mandiri atlet puslatda berakhir pada hari ini, namun diperpanjang hingga 21 April mendatang.

Keputusan tersebut berdasarkan surat edaran (SE) yang ditujukan kepada ketua pengurus daerah (pengda) cabang olahraga (cabor), ketua badan fungsional, dan Tim Puslatda PON XX DIJ. Dalam surat tersebut juga diatur bahwa latihan puslatda PON, pengda, dan pengkab cabor, klub/dojang perguruan dojo tetap bisa dilakukan.

Hanya saja, dengan ketentuan khusus yakni berlatih secara mandiri di rumah lingkungan masing-masing. Latihan diharapkan sebisa mungkin dilakukan dalam ruangan yang bersuhu normal (tidak ber-AC) dan lebih disarankan berlatih di tempat terbuka yang terkena sinar matahari.

Ketua Umum (Ketum) KONI DIJ Djoko Pekik Irianto mengatakan, kebijakan tersebut diambil dengan pertimbangan keselamatan untuk mengantisipasi penularan virus Covid-19 yang tengah mewabah. “Bisa meminimalkan kontak fisik langsung dengan orang lain. Proses latihan tetap dalam pantauan pelatih,” ujarnya.

Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu berpesan kepada atlet untuk menjaga kondisi fisik dan meningkatkan imunitas tubuh. Yang jelas, kondisi kesehatan atlet akan tetap dipantau dengan melibatkan dokter KONI.

Sebagai informasi, kebijakan memperpanjang proses latihan mandiri program puslatda PON didasari oleh sejumlah alasan. Di antaranya adanya SE Pemerintah Nomor : 34 Tahun 2020, tentang penyesuaian sistem kerja aparatur sipil negara untuk pencegahan penyebaran virus Covid-19 di instansi pemerintah. Kemudian, kebijakan pemerintah tentang perpanjangan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus Covid-19 di Indonesia.

Selain itu, KONI DIJ juga meminta kepada anggotanya untuk meminimalisasi kegiatan. Seperti, rapat kerja daerah (rakerda) dan rapat-rapat rutin, kejuaraan daerah, kejuaraan nasional, atau internasional yang bersifat single event maupun multi event, ujian kenaikan tingkat bagi cabang beladiri, pelatihan, penataran, lokakarya, serta kegiatan lain sejenis.

Saat ini ada 141 atlet dan 54 pelatih tergabung dalam puslatda PON DIJ. Mereka terbagi dalam 19 cabor yang ditargetkan mendapatkan 11 medali emas dalam ajang empat tahunan tersebut. (ard/din)

Jogja Sport