RADAR JOGJA – Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) kembali digelar tahun ini. POPDA tahun ini diikuti 1.675 atlet dari empat kabupaten dan Kota Jogja. Upacara pembukaan dihelat di GOR Amongrogo, kemarin (16/3).

POPDA digelar selama lima hari dan berlangsung hingga 20 Maret mendatang. Ajang tahunan ini berlangsung di sejumlah venue yang tersebar di seluruh DIJ. POPDA mempertandingkan 28 cabang olahraga (cabor) dan satu cabor ekshibisi yakni, gateball.

Adapun 28 cabor tersebut adalah, anggar, angkat besi, atletik, balap sepeda, bola basket, bola voli, bridge, bulutangkis, catur, gulat, judo, karate, kempo, panahan, panjat tebing, pencak silat, renang. Kemudian senam, sepak bola, sepatu roda, sepak takraw, tarung derajat, taekwondo, tenis lapangan, tenis meja, tinju, voli pasir, dan woodball.

Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan Kemasyarakatan Pemprov DIJ Tri Mulyono mengatakan gelaran POPDA diharapkan dapat berjalan lancar. Selain itu, dia juga berharap ke depan melalui ajang ini bisa mencetak bibit atlet berprestasi bagi DIJ.

Yang jelas, Tri berujar ajang ini sekaligus dijadikan momentum peningkatan gairah, juga motivasi bagi para pelajar untuk lebih mencintai olahraga. “Semoga atlet di tingkat pelajar mampu berprestasi dan berkiprah di skala nasional maupun internasional,” jelasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ Bambang Wisnu Handoyo menuturkan, pihaknya memanfaatkan ajang ini untuk menyosialisasi pentingnya hidup bersih dan sehat. Itu lantaran saat ini berbarengan dengan adanya virus korona yang mewabah di penjuru dunia. Termasuk Indonesia. “Para atlet juga akan dipantau kesehatannya untuk mencegah penyebaran virus,” katanya. (ard/din)

Jogja Sport