RADAR JOGJA – Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) yang diwakili PSS Sleman U-17 gagal melaju ke babak final Piala Soeratin U-17. Itu setelah di babak semifinal yang berlangsung di Stadion Gajayana, Malang kemarin (21/2), DIJ kalah dari Sumatra Selatan U-17 dengan skor tipis 1-2.

Sejatinya skuad PSS Sleman U-17 tampil apik di babak pertama. Skema permainan yang dijalankan Wahyu Boli dan kolega berjalan dengan apik. Terbukti ketika babak pertama berjalan 23 menit, mereka bisa membuka keunggulan.

Upaya gelandang PSS Sleman U-17 Lintang Aryo tak bisa dihentikan oleh kiper Sumatra Selatan. Anak-anak Sleman memiliki beberapa peluang bagus di sisa babak pertama. Namun, hingga babak pertama usai, tak ada lagi gol yang tercipta.

Di babak kedua, anak asuh Wisnu Pamungkas in tampil apik. Namun, mereka kehilangan fokus pada 10 menit terakhir pertandingan. Pada menit-menit akhir babak kedua, gawang PSS Sleman U-17 harus kebobolan. Sepakan Jalesh Putra Gagarin memaksa pertandingan harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

Pada babak perpanjangan waktu, momentum justru berbalik ke Sumsel. Pada menit ke-95, Ridwan Eka berhasil mencetak gol untuk Sumsel. Gol tersebut tak bisa dikejar oleh Elang Jawa Muda-julukan PSS Sleman U-17 hingga laga usai.

Wisnu Pamungkas menyayangkan kekalahan yang dialami timnya. Wisnu mencatat sebenarnya anak sauhnya memiliki enam peluang bersih di laga tersebut. “Tapi hanya satu yg berbuah gol,” katanya selepas laga kepada Radar Jogja.

Wisnu juga menyoroti bagaimana para pemain asuhannya tidak bisa tampil dengan tenang. Padahal bisa unggul terlabih dahulu pada laga tersebut. “Mereka tidak tenang saat menguasai bola,” keluhnya.

Kendati demikian, wakil DIJ ini masih memiliki peluang untuk tidak pulang dengan tangan hampa. Besok (23/3), mereka akan menjalani laga perebutan juara ketiga berhadapan dengan Nusa Tenggara Barat (NTB). (kur/din)

Jogja Sport