RADAR JOGJA – Petinju andalan DIJ, Heri Andriyanto harus membatalkan pertandingannya di Tiongkok. Itu lantaran wabah virus corona yang terjadi di Wuhan, Tiongkok.

Heri mengaku tak mau ambil resiko dengan tetap berangkat ke Negeri Tirai Bambu. “Takut, masih banyak virus disana,” kata Heri kepada Radar Jogja kemarin (5/2).

Sebelumnya, Heri dijadwalkan akan bertanding melawan petinju tuan rumah dalam sebuah kejuaraan tinju tingkat Asia. Kejuaraan tersebut sebelumnya dijadwalkan pada akhir Februari. Namun, kejuaraan tersebut harus batal karena virus corona yang telah merenggut nyawa ribuan jiwa.

Sebagai gantinya, Heri baru akan kembali bertanding pada 18 April mendatang. Heri akan melawan pentinju asal Surabaya, Antony Pangalila dalam kejuaraan tinju nasional bertajuk “Sabuk Emas Danrem 072 Pamungkas Yogyakarta”. Heri dan Antony akan bertanding dalam 12 ronde pada laga tersebut. “Ya saat ini latihan untuk persiapan melawan Antony,” jelas Heri.

Heri Andriyanto terakhir kali bertanding pada 29 Desember 2019 yang lalu. Kala itu, Heri kalah dari petinju Malaysia, Eswaran Murali melalui perhitungan angka dalam sebuah kejuaraan tinju level Asia yang berlangsung di Malaysia.
Heri Andriyanto tercatat sudah 58 kali bertanding. Petinju yang sudah berusia 33 tahun itu memiliki rekor 24 kali menang, 11 diantaranya dengan KO ; 32 kali kalah sepuluh diantaranya dengan KO, dan dua kali meraih hasil draw. (kur/bah)

Jogja Sport