RADAR JOGJA – PSIM Jogja masih menunggu putusan banding komisi didisplin (komdis) PSSI terkait kericuhan yang terjadi pada laga melawan Persis Solo di Stadion Mandala Krida, 21 Oktober lalu.

Kala itu PSIM mendapatkan sejumlah hukuman komdis. Salah satunya hukuman tak boleh didampingi suporter baik di laga kandang maupun tandang selama dua bulan. Hukuman tersebut berlaku di musim kompetisi 2020.

Jika melihat kalender pertandingan di Liga 2 musim lalu, PSIM bisa menjalani empat laga kandang tanpa penonton di awal musim ini. Dengan catatan jika banding mereka tidak diterima oleh PSSI.

PSIM sendiri sudah melakukan banding terhadap hukuman yang dijatuhkan oleh Komdis PSSI tersebut. Namun, menurut manajer PSIM, David Hutauruk, saat ini masih belum ada kejelasan. “Saya pikir akan dibahas pada Kongres PSSI (25 Januari) lalu, tapi nyatanya tidak,” ujarnya kepada Radar Jogja.

David justru memperkirakan banding yang sudah diajukan PSIM sejak dua bulan yang lalu itu bisa lebih lama lagi diselesaikan. Lantaran saat ini hampir semua pengurus PSSI termasuk pengurus Komdis dan Komite Banding (Komding) berganti dengan orang-orang baru. “Mereka pasti juga butuh waktu lagi untuk mempelajari kasusnya,” ujar David.

Lebih lanjut, David tetap berharap banding yang diajukan PSIM Jogja bisa diterima. Jadi, hukuman yang sebelumnya dijatuhkan kepada skuad Laskar Mataram itu bisa dikurangi atau dihilangkan sama sekali.

Menurut David, kehadiran suporter sangat penting bagi PSIM. Terutama pada awal-awal musim. “Saya kira akan berat sekali jika tanpa suporter, apalagi langkah tim di awal musim itu bisa memperngaruhi perjalanan tim secara keseluruhan,” tandasnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh sekretaris umum PSIM, Jarot Sri Kastawa. Jarot bahkan berharap ada pemutihan dari Komding PSSI. “Ya kalau bisa malah diputihkan,” harap Jarot.

Selain mendapatkan hukuman dua bulan tak boleh didampingi suporter, PSIM juga diharuskan membayar denda sebesar 100 juta rupiah setelah laga melawan Persis Solo tersebut. Selain itu, dua pemain PSIM di musim 2019, Raymond Tauntu, Aldaeir Makatindu, dan Ahmad Hisyam Tolle juga mendapatkan hukuman. (kur/bah)

Jogja Sport