RADAR JOGJA – Anggaran pembiayan atlet untuk berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020 mendatang membengkak dari beberapa PON sebelumnya.

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) menyiapkan anggaran sebesar Rp 22 miliar untuk pembiayaan atlet DIJ yang akan berlaga di provisi paling timur Indonesia tersebut.
Ketua Umum (Ketum) KONI DIJ Djoko Pekik Irianto mengatakan, dari total dana yang dianggarkan Pemprov DIJ sebesar Rp 29 miliar akan difokuskan untuk biaya pemberangkan atlet PON.

Dana tersebut akan dialokasikan ke kontingen PON DIJ. Karena itu, Djoko berharap nantinya target raihan 11 medali dapat tercapai atau bahkan bisa terlampaui. “Saya berharap semua atlet dapat sungguh-sungguh dalam berlatih dan bertanding agar prestasi terbaik dapat diraih DIJ,” ujar Joko kemarin (15/1).

Nah, untuk dana selebihnya, menurut Djoko akan digunakan untuk kesekretariatan KONI DIJ. Dana tersebut, jelasnya akan dibagi dalam tiga alokasi. Yakni, untuk Puslatda PON sebesar Rp 10 miliar, pemberangkatan kontingen Rp 12 miliar, dan kebutuhan reguler KONI DIJ.

Alokasi keberangkatan kontingen akan digunakan untuk akomodasi dan konsumsi atlet serta pelatih, penyediaan extra fooding, obat-obatan, perlengkapan kontingen, biaya transporasi dari DIJ ke Papua, alat dan pakaian tanding. “Alokasi terbanyak jelas untuk keberangkatan atlet dan pelatih. Karena biaya tiket penerbangan saja sudah Rp 15 juta untuk satu orangnya,” terang Djoko.

Sementara itu, untuk dana yang diperuntukkan bagi pembinaan cabor secara reguler, Djoko menuturkan dana tersebut akan digunakan untuk sejumlah kegiatan non PON. Diantaranya untuk penyelenggaraan Kejurda, pengiriman atlet ke kejurnas, pengiriman atlet ke kejuaraan internasional, dukungan atlet yang dipanggil Pelatnas, Pengiriman Porwanas, bantuan penataran wasit dan pelatih dan kesekretariatan KONI DIJ.

”Ada juga yang digunakan untuk bantuan kesekretariatan Pengda cabor serta bantuan rakerda dan bantuan pengiriman rakernas,” jelasnya. (ard/bah)

Jogja Sport