RADAR JOGJA – Prestasi membanggakan diukir atlet-atlet Hapkido Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) dalam Asian Hapkido Championships 2019. Dalam kejuaraan tingkat Asia tersebut atlet hapkido asal DIJ yang turut mewakili Kontingen Indonesia berhasil meraih tiga emas, tiga perak, dan satu perunggu dalam ajang yang digelar di Hongkong pada 29 Desember 2019  lalu.

Secara keseluruhan kontingen Indonesia yang memberangkatkan 15 atlet dan dua pelatih itu berhasil mengumpulkan 11 emas, tiga perak, dan satu perunggu. Nah, raihan tersebut sekaligus membuat Indonesia keluar sebagai juara umum.

Dari kategori junior, tujuh medali emas dipersembahkan oleh Christopher Tananjaya, Shannon Deparisa Tanjaya, Julia Sinta, Terrania Pricillia, Awwabin Raihan S, Hajan Mabruron Nugroho, dan Rafi Rajendra. Sedangkan di kategori senior, empat emas dipersembahkan oleh Fellie Deparisa, Jeffry Kurniawan, Devi Safitri, dan Sylvia Candra Kurniawan.

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Hapkido Indonesia GBPH Prabukusumo mengaku sangat bangga atas capaian yang diraih kontingen Indonesia. Lebih lanjut, dia berujar pihaknya memang telah mempersiapkan tim sejak lama. Tepatnya saat kejuaraan nasional (Kejurnas) di Semarang Oktober lalu. Kemudian, para atlet dipilih untuk mewakili Indonesia dengan menggelar latihan secara intensif bersama pelatih terbaik.

Menurut Prabukusumo, sebagai cabang olahraga (cabor) yang baru berkembang di Indonesia selama lima tahun belakangan ini, Hapkido dinilai telah mengalami perkembangan yang sangat luar biasa. Sebab, untuk kali ketiga Hapkido selalu menjadi juara umum dalam kejuaraan bertaraf internasional. “Untuk meraih juara harus betul-betul dari unsur atlet, cara latihan juga semua diukur dari speed, power, dan akurasi. Sehingga latihan pun tidak boleh salah,” ujarnya Kamis  (2/1).

Sementara itu, pendiri Hapkido Indonesia Master Yoyok Suryadi mengatakan kejuaraan ini diikuti 10 negara. Yakni Korea, Macau, China, Vietnam, Nepal, Brunei, Thailand, India, India, dan tuan rumah Hongkong.

Yoyok menjelaskan, sebetulnya ada 14 negara yang turut berpartisipasi. Namun, empat di antaranya urung ambil bagian lantaran kondisi Hongkong yang belum kondusif. “Negara yang absen yakni Malaysia, Singapura, Pakistan, dan Jepang,” bebernya. (cr18/din)

Jogja Sport