ANA R. DEWI/RADAR JOGJA
GERAK CEPAT: Dari kiri, Yohanes Sugiyanto (Humas PSS), Tara Derifatoni (Vice GM Marketing), Fatih Chabanto (CEO PSS Sleman), Hempri Suyatna (Direktur Operasional dan Pengembangan), dan Dimas (Marketing) usai jumpa pers di Warung Pak Lanjar, Sleman (26/12).

Radar Jogja – PSS Sleman bergerak cepat mengamankan pemainnya untuk kompetisi Liga 1 2020. ­Sebanyak delapan dari 16 pemain yang direkomendasikan pelatih, dipastikan tetap berkostum PSS untuk musim depan.
Chief Executive Officer (CEO) PSS ­Sleman Fatih Chabanto mengatakan sekitar 50 persen pemain sepakat bertahan di PSS. ”Sudah ada yang deal dan ada juga yang nyaris mencapai kata sepakat. Nego masih tarik ulur, ya proses lah,” ungkap Fatih saat jumpa pers di Warung Pak Lanjar, Sleman (26/12).
Dikatakan Fatih, saat ini pihaknya sedang berusaha keras mengikat separo dari pemain yang direkomendasikan pelatih kepada manajemen PT Putra Sleman Sembada. Semakin cepat semakin baik. Sebab, manajemen tak ingin pemainnya jatuh di pelukan tim lain.
Menurutnya, sudah semestinya ­sebuah tim di dalam kompetisi dimana yang menilai komposisi pemain adalah kepelatihan. Termasuk yang diklasifikasikan ada tiga hal. Yakni, yang masih bisa dipertahankan, yang dipertimbangkan, dan yang tidak dipertahankan.
Di sisi lain, pria kelahiran Pekalongan itu menuturkan bahwa proses perpanjangan kontrak pemain bukan perkara gampang. Sebab, sekitar 50 persen pemain yang belum menandatangani kontrak tersebut beralasan ingin meminta restu kepada orang tua mereka dahulu. Selain itu, pemain-pemain tersebut juga sedang menjalani libur Natal dan tahun baru.
Fatih menegaskan bahwa pihaknya tetap menjalin komunikasi dengan pemain-pemain yang direkomendasikan tim pelatih untuk bertahan. ”Tidak cuma satu orang, tapi banyak pemain kami yang meminta waktu untuk mohon izin kepada orang tuanya terkait masalah kontrak,” kata Fatih.
Terkait delapan pemain yang telah meneken kontrak, Fatih ­enggan membocorkan. Dia bakal mengenalkan secara resmi dalam waktu dekat. ”Mudah-mudahan kami bisa menggenapkan yang 16 pemain itu pada awal Januari,” ujar Fatih.
Sementara itu, Direktur Operasional dan Pengembangan PSS Hempri Suyatna memasti­kan Brian Ferreira tidak lagi menjadi bagian dari PSS musim depan. Menurutnya, riwayat cedera yang dimiliki ­gelan­dang berusia 25 tahun itu ­menjadi alasannya. ”Kemungkinan kami cari yang baru. Dia tidak masuk ­rekomendasi,” jelas Hempri.
Saat ini pihaknya masih menunggu rekomendasi pelatih terkait ­pengganti ­Brian. Dengan ­hengkangnya Brian, saat ini tim kebanggaan Bumi Sembada itu hanya memiliki ­tiga pemain asing. Yakni, Alfonso De ­La­ Cruz, ­Guilherme Batata, dan Yevhen Bokhashvili. ­”Sudah banyak tawaran. Kami mencari gelandang Asia mengganti­kan ­Brian,” ujar Hempri.
Selain berusaha mengikat para penggawanya, Hempri juga menyatakan bahwa pihaknya tengah berupaya mempertahan­kan juru taktik PSS Sleman Seto ­Nurdi- yantara. Sebab, menurutnya Seto sudah banyak memberikan prestasi di tim ­dengan finish di peringkat delapan klasemen.
”Kalau untuk pelatih, kami sudah komunikasi dengan pendekatan secara personal. Prioritas kami pelatih lama,” tandas Hempri.
Sementara itu, mengutip dari Instagram resmi PSS, @pssleman tadi malam, di­posting poster bergambar tiga pemain PSS Sleman, Efdal Prastiyo, Ocvian ­Chanigio, dan Saddam Emmiruddin Gaffar. Di bawah foto, Efdal, Ocvian, dan Saddam, tertulis Extended! Young Blood (Diperpanjang! Darah Muda).
Saat dikonfirmasi Radar Jogja, Fatih belum mau terus terang menyebutkan nama-nama pemain yang direkrut PSS. Namun, dia juga tidak membantah kemungkinan Efdal, Ocvian, dan Saddam bergabung lagi dengan PSS.
”Saya nggak mau ah sebut-sebut nama. Nanti bareng-bareng aja kalau sudah deal semua,’’ ujar Fatih. (cr18/iwa/by)

Jogja Sport