RADAR JOGJA – Hasil kurang memuaskan didapat tim renang lintasan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) dalam Kualifikasi Pra-Pekan Olahraga Nasional (PON) yang bertajuk Indonesian Open Aquatic Championship 2019. Ya, dalam ajang yang berlangsung pada 12-13 Desember lalu di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta itu, tim DIJ gagal memenuhi target yang dibidik.
Pelatih renang DIJ Tri Sugiyono mengatakan DIJ gagal mendapatkan peringkat di nomor senior. Dan hanya meraih juara di kelompok umur (KU). “Untuk open belum ada yang dapat,” ujarnya.

Tri menuturkan saat ini pihaknya masih menunggu pengumuman hasil kualifikasi PON dari PB Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI). “Ya, karena Pra-PON renang lintasan tidak hanya satu kali saja,” jelasnya.

Selain itu, atas kegagalan di kualifikasi PON, tim renang DIJ harus berangkat menggunakan biaya secara mandiri. Sebab, sesuai kriteria yang di tentukan, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ hanya membiayai keberangkatan tim yang masuk peringkat tiga besar nasional.

Salah satu perenang andalan DIJ Valeria Paulini Yuwono mengaku kecewa atas hasil yang didapat. Perenang berusia 19 tahun itu mengatakan hasil tersebut memang jauh dari target yang diharapkan. “Iya, saya hanya dapat satu perak di nomer 50 M Gaya Kupu senior,” ujarnya.

Terlebih, gadis yang akrab disapa Paulin itu menilai di ajang Pra-PON tersebut dia tidak bertanding dalam performa terbaik. Terkait kans tampil di PON XX Papua 2020, Paulin mengatakan masih punya peluang. “Bisa ke Papua tapi biaya mandiri,’’ ujarnya. (cr18/din)

Jogja Sport