RADAR JOGJA – Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro menyatakan ingin kembali melatih PSS Sleman musim depan. Namun, pelatih asal Kalasan itu memiliki beberapa syarat yang diajukan kepada manajemen tim berjuluk Super Elang Jawa itu.

Seto juga menyatakan sudah melakukan pertemuan dengan manajemen PSS Sleman. Namun, pertemuan itu belum membahas kontrak secara detail. Meskipun memang sudah ada tawaran soal perpanjangan kontrak. “Tapi saya ingin ada proses,” kata Seto.

Proses yang dimaksud Seto adalah, PSS Sleman harus membentuk struktur organisasi yang lebih baik terlebih dahulu. Ia menyebut posisi di tim berawal dari keberadaan chief executive organization (CEO), staf, manajer, pelatih, hingga pemain. Jadi penunjukan pelatih itu justru terjadi di akhir. Itu setelah segala struktur di atas sudah dibentuk. “Jangan sampai ada perubahan dan beban saya bertambah. Mengiyakan dan tidak tergantung PT dan manajemen,” ujarnya.

Ya, prestasi Seto cukup baik menangani PSS Sleman di Liga 1 musim 2019 ini. Dengan skuad yang dimiliki, Seto mampu membawa Super Elja – julukan PSS Sleman – mengakhiri musim di posisi delapan klasemen.

Prestasi Seto itu membuatnya dikaitkan dengan beberapa klub besar di Tanah Air. Namun, pelatih berusia 45 tahun itu menegaskan sejauh ini belum melakukan komunikasi dengan tim manapun. Kecuali PSS Sleman. “Saya memang fokus dengan PSS dulu sejauh ini,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu penyerang andalan PSS Sleman Yevhen Bokhashvili dipastikan akan tetap berseragam hijau di musim depan. Yevhen menyusul dua pemain asing PSS, Alfonso De La Cruz dan Guillerme Batata yang sebelumnya sudah memperpanjang kontrak di PSS. “Ya saya akan tetap di PSS musim depan. Saya senang sekali,” ujar Yevhen Senin (23/12).

Penampilan Yevhen Bokhashvili bersama PSS Sleman di sepanjang musim 2019 cukup memuaskan. Penyerang berpaspor Ukraina tersebut berhasil mencetak 16 gol untuk Super Elja. Selain itu Yevhen juga melengkapi catatan apiknya dengan torehan empat assist. (cr12/din)

Jogja Sport