RADAR JOGJA – Laju Sleman United (SU) terhenti di babak 16 besar Liga 3 2019. Bertanding melawan Persekat Kabupaten Tegal, di Stadion Siliwangi Bandung, SU menelan kekalahan tipis 0-1. Kekalahan itu sangat menyakitkan. Sebab gol diciptakan pada babak kedua extra time.
Sebelumnya SU menjadi satu-satunya harapan DIJ di babak 16 besar Liga 3 musim ini. Persiba Bantul dan Protaba Bantul yang sebelumnya juga diharapkan bisa promosi ke Liga 2 sudah terhenti di babak 32 besar.
Bermain di tengah guyuran hujan lebat dan lapangan yang becek membuat permainan kedua tim tidak berkembang. Baik Sleman maupun Tegal hanya bisa bermain dengan mengandalkan bola-bola atas. Akibatnya kedua tim kesulitan untuk menciptakan peluang berbahaya.
Hujan yang semakin deras menguyur Kota Bandung membuat lapangan terendam air. Kondisi itu membuat laga sempat tertunda hingga lebih dari 20 menit. Bahkan, panitia pelaksana (panpel) pertandingan harus bekerja keras untuk mengeringkan air yang menggenang tersebut.
Pelatih Sleman United Bena Seta mengatakan, anak asuhnya bermain luar biasa lebih dari sebelumnya. Mereka lebih tenang lebih dewasa. Dia mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang bermain bagus sesuai instruksi. “Namun karena kurang beruntung saja,” ujar Bena Seta.

Manajer Sleman United Handoko Susanto menyayangkan kegagalan timnya untuk bisa melaju ke fase selanjutnya. Kendati demikian, Handoko juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota tim yang sudah berjuang dengan maksimal. “Saya juga meminta maaf kepada masyarakat dan Askab PSSI Sleman serta seluruh tim yang ada di bawah naungan Askap PSSI Sleman,” ujarnya ketika dihubungi Radar Jogja kemarin (19/12).
Handoko menyatakan permainan Martua Sidabutar dan kolega sudah sangat bagus. Mereka bisa meladeni permainan dari Persekat . Namun, menurut Handoko, SU dijauhi keberuntungan di laga tersebut. “Ya tahun ini mungkin belum rezeki bagi kami,” katanya.
Handoko juga membeberakan rencana Sleman United ke depan. Menurutnya, tim berlogo rajawali itu akan mempersiapkan diri dengan lebih baik. Itu perlu dilakukan agar target promosi ke Liga 2 bisa dicapai pada kompetisi musim 2020 nanti. “Kami akan berusaha melakukan persiapan sedini mungkin,” jelasnya.
Terkait pelatih Bena Seta di Sleman United, secara pribadi ingin Bena tetap menukangi SU. Namun, keputusan soal siapa pelatih SU di musim depan akan dibahas lagi lebih lanjut. “Kalau Bena sudah sangat cocok dengan para pemain,” tandasnya. (cr12/din)

Jogja Sport