RADAR JOGJA – Kemunculan ular di permukiman penduduk kembali terjadi di Gunungkidul. Kali ini terjadi di Desa Pilangrejo, Kecamatan Nglipar.

Ular terakhir ditangkap tiga hari lalu, saat hendak memangsa ternak. Lima ular berhasil ditangkap, kemudian dilepasliarkan di hutan. Seorang warga Ngangkruk, Pilangrejo, Muhammad Dono, 32, salah satu saksi di lokasi kejadian. “Minggu dinihari (15/12), saya mendengar  suara gaduh dari lokasi kandang ayam milik Kardi,” kata Muhammad Dono Selasa (17/12).

Menggunakan lampu penerangan senter, dia melakukan pengecekan di sekitar kandang ayam. Namun demikian, hasilnya nihil. Hanya memang, Muhammad berkeyakinan ada ulur di sekitar lokasi. “Dan benar ketika akan pulang, saya melihat ular itu melilit ayam. Lalu saya memanggil teman, dan berhasil menangkap ular itu,” ujarnya.

Anggota Komunitas Reptil, Aan Novianto mengatakan sejak November 2019, warga sekitar Desa Pilangrejo menangkap lima ekor ular piton.  “Dilepasliarkan ke alam, kami cari tempat aman jauh dari permukimamn warga . Intinya kita kembali ke alam dan kita jaga kelestarian alam,” kata Aan.

Dia menduga, kemunculan ular karena habitatnya terganggu. Masuk ke permukiman untuk mencari mangsa. Atas kejadian itu pihaknya menyarankan kepada warga agar memanggil ahlinya jika mengetahui ada ular piton lagi.

Sebelumnya, warga wilayah perkotaan juga mengaku resah. Belasan ular berbisa jenis kobra berkeliaran ke rumah penduduk. Meski belum sampai ada yang digigit, kemunculan hewan karnivora secara massal tersebut sampai membuat sebagian penduduk terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kejadian itu berlangsung di RT 6 Padukuhan Kepek 1, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari. Semula kemunculan ular dianggap hal biasa. Akan tetapi dalam perkembangannya sudah tidak lazim lagi. Sekarang warga mengaku sudah aman. (gun/din)

Jogja Sport