RADAR JOGJA  – Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) menjadi salah satu venue Piala Dunia U-20 yang akan digelar 2021 mendatang. Kegiatan akbar tersebut memang masih satu setengah tahun lagi. Namun, gaung persiapan sudah dilakukan. Khususnya di DIJ.

Senin (16/12) di Pesonna Malioboro Hotel, diselenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIJ bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta Asosiasi Agensi Tour & Travel Indonesia (Asita). Dalam kesempatan itu hadir pula beberapa perwakilan dari media massa, suporter dan tentu saja perwakilan dari pemerintah daerah.

Tujuan FGD tersebut adalah untuk mendiskusikan peluang dan  kesempatan pengembangan sport tourism di DIJ. Membahas kesiapan DIJ dalam menyambut Piala Dunia U-20. Membangun sinergi antara para pemangku kebijakan serta membangun kesadaran melalui pemberitaan media massa tengang kesiapan DIJ dalam menyambut Piala Dunia U-20.

Ketua Asprov PSSI DIJ Ahmad Syauqi Soeratno menyatakan forum tersebut penting untuk menyatukan pikiran pihak-pihak yang terkait dengan penyelenggaraan Piala Dunia U-20. Syauqi juga menekankan banyak hal yang harus disiapkan untuk menyambut event akbar tersebut. “Kalau bisa uang yang datang dari para suporter internasional itu tetap tinggal di DIJ,” ujar Syauqi.

Syauqi juga menyinggung soal kesiapan infrastruktur yang harus disiapkan DIJ. Yang paling darurat adalah untuk segera menyempurnakan Stadion Mandala Krida. Paling tidak Mandala Krida harus memiliki dua ruang ganti tambahan, lampu penerangan dengan kekuatan minimal 2000 lux, papan skor elektronik, serta single seat. “Ada juga empat lapangan latihan untuk pemain, dan satu lapangan lagi untuk perangkat pertandingan,” jelasnya.

Perwakilan dari Dinas Pariwisata DIJ Rose Sutikno menyambut antusias dengan akan adanya Piala Dunia U-20 di DIJ. Menurutnya hal itu akan menjadi kesempatan yang baik bagi pengembangan wisata di DIJ. “Harapannya tentu bisa memberikan manfaat untuk masyarakat,” katanya.

Hempri Suyatna dari Asprov PSSI DIJ justru menyoroti pentingnya persiapan setelah event Piala Dunia U-20 itu dilaksanakan. Bagaimana tetap bisa menjaga brand DIJ, sebagai provinsi yang ramah terhadap event sport tourism. “Brand itu harus tetap dipertahankan,” jelasnya. (cr12/din)

Jogja Sport