RADAR JOGJA – PSS Sleman menghadapi laga berat dengan melawan tuan rumah PSM Makassar dalam laga pekan ke-33 Liga 1 2019 di Stadion Andi Mattalata, Makassar hari ini.

Namun, tekad mengamankan poin entah itu satu atau tiga tetap diusung anak-anak Sleman. Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro menyebut kesempatan itu tetap ada. “Kami akan bermain maksimal,’’ ujar Seto dalam sesi jumpa pers Sabtu (14/12).

PSS Sleman saat ini menempati posisi ke delapan klasemen sementara Liga 1 dengan raihan 44 poin. Jarak poin PSS dengan PSM, hanya satu poin saja. Namun, posisi Juku Eja – julukan PSM Makassar ada di peringkat 11.

Sebelum melawan PSM Makassar, PSS memiliki tren yang kurang menyenangkan. Pada dua laga terakhir, Yevhen Bokhashvili dan kolega tidak bisa meraih kemenangan dengan rincian satu kali kalah dan satu kali meraih hasil imbang.

PSM Makassar sendiri tak akan didampingi oleh pelatih kepala, Darije Kalezic usai laga melawan PSS. Laga melawan PSS itu akan menjadi laga perpisahan bagi Kalezic. Melihat hal itu Seto turut prihatin. “Sebagai sesama pelatih, tentu saya menyayangkan apalagi ini tinggal dua laga lagi,” ujar Seto.

Seto juga menyatakan mundurnya pelatih Kalezic mungkin bisa menguntungkan tim asuhannya. Kendati demikian, dia tetap menghormati kualitas permainan Juku Eja. “Musim ini mereka juga menjadi juara Piala Indonesia,” jelas pelatih berusia 45 tahun tersebut.

PSS Sleman tak bisa diperkuat oleh beberapa pilar penting seperti Arsyaq Gufron, Brian Ferreira, Samuel Christianson, Irkham Zahrul Milla, dan Haris Tuharea. Keempat pemain tersebut harus absen lantaran cedera, kecuali Gufron yang harus absen lantaran terkena akumasi kartu kuning.

Kendati demikian, kapten PSS Sleman, Bagus Nirwanto tetap percaya diri dengan kedalaman skuad Elang Jawa. “Kami siap melawan PSM, kami akan berusaha keras dan pulang dengan poin,” tegas pemain bernomor punggung 3 tersebut. (cr12/din)

Jogja Sport