RADAR JOGJA – Di tengah-tengah laga basket Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2019 di GOR UNY tadi malam, top ten UBS Gold Dance Competition tetap menjadi hiburan menyegarkan di tengah laga basket yang berlangsung ketat. Salah satu yang tampil adalah tim dance SMA Stella Duce 1 Jogja (Stece).

Tim dance Stece menyandang predikat juara bertahan. Namun hal tersebut tidak membuat mereka jemawa.

Setidaknya itulah yang dikatakan kapten tim dance Stece Angela Vickie Santoso. ‘’Kami tidak pernah meremehkan tim dance sekolah lain. Mereka serius menyiapkan kompetisi dance tahun ini. Tim dance lain lebih baik. Maka kami harus semakin serius berlatih,’’ katanya.

Ella, sapaan Angela, menyarankan teman-temannya tidak boleh sombong. ‘’Coach bilang ke tim kalau mempertahankan lebih sulit daripada meraih,’’ kata Ella.

Bahkan setelah masuk top ten, timnya malah grogi dan seakan tidak percaya. Rasa grogi pun diredam oleh Ella dan coach. Yakni dengan memotivasi tim tetap percaya diri saat tampil di depan juri.

Ella mengatakan kepada teman-temannya untuk tetap focus. Tampil sesuai latihan. Masalah lolos atau tidak, dibuang jauh-jauh dari pikiran anggota tim.

‘’Tetap berpikir positif dan tampil all out ketika tampil,’’ jelas Ella.

Dia merasa timnya masih kurang dalam power dan detail gerakan. Sehingga, jika lolos ke top five, akan fokus pada porsi latihan power serta detail gerakan. ‘’Yang terpenting kami sudah tampil maksimal. Jika masuk top five, itu bonus,’’ ujar Ella. (*/iwa/rg)

Jogja Sport