RADAR JOGJA – Kebanyakan tim dance sekolah lain mempertontonkan satu tema sebagai konsep dalam UBS Gold Dance Competition. Namun ada tim dance yang berani membuat konsep lebih dari satu. Tim dance tersebut dari SMAN 1 Banguntapan (Smaba). Hal itu terlihat dari keberagaman kostum yang mereka dipakai.

Kapten tim dance Smaba Anastasya Syahwa menceritakan awal memilih beberapa tokoh kartun dijadikan konsep. Keberagaman yang diangkat tim dance-nya berawal dari usul konsep yang ingin dipakai.

Semua anggota ngotot mempertahankan usulan masing-masing. Akhirnya Syahwa memutuskan melebur semua tokoh kartun yang diusulkan menjadi satu konsep. Timnya menamakan konsep tersebut Parade Disney.

“Daripada terlalu lama berdebat, aku memutuskan meleburnya. Konsep yang dipilih adalah Mulan, Frozen, Cinderella, Jasmine, dan Snow White,’’ cerita Syahwa.

Untuk menampilkan karakter masing-masing tokoh kartun, Syahwa mengatakan adanya halangan untuk membuat kostum yang berbeda-beda seperti penggambaran bentuk kostum. Memerlukan waktu dua minggu untuk menyelesaikannya. Tetapi untuk penjahitannya tidak memerlukan waktu lama, hanya seminggu.

“Karena kostumnya beda-beda bentuknya, harus digambar dulu. Sehingga memakan waktu lama. Tapi syukurlah pembuatan kostumnya cepat sehingga bisa keburu latihan sambil memakai kostum,’’ ucapnya.

Di balik konsep koreografi luar biasa, ada kisah yang memukul mental tim. Salah satu anggota mengalami kecelakaan motor beberapa hari sebelum tampil pada Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2019 di GOR UNY.

Syahwa mengganti formasi koreografi, bukan menambah anggota yang akan memakan waktu. Seperti melatih koreografi dan membuat kostum.

“Yang kecelakaan maksa ingi ikut. Tapi orang tuanya dan saya tidak mengizinkan. Akhirnya ganti posisi tiap anggota, biar pas dengan koreografi yang sudah disiapkan. Kalau nambah personel malah menjadi beban,’’ ucap Syahwa. (*/iwa/rg)

Jogja Sport